kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com
SALING KETERGANTUNGAN DALAM SISTEM SOSIAL
UNSUR UNSUR POKOK DALAM SISTEM SOSIAL
KEHIDUPAN SOSIAL SEBAGAI SUATU SISTEM SOSIAL
MASALAH POKOK DLM SISTEM.SOSIAL
TEORI SISTEM UMUM
PENDEKATAN STRUKTURAL KONFLIK
TEORI INTERAKSI SIMBOL
APA DAN BAGAIMANA KONSEP DASAR ILMU SOSIAL
Dosen
: Fatullah,MM
Mata
Kuliah :
Sistem Sosial Budaya Indonesia
Kode MK :
MKK3023
A. PENGERTIAN SISTEM SOSIAL
Sistem sosial merupakan suatu sinergi
antara berbagai subsistem sosial yang saling mengalami ketergantungan dan
keterkaitan. (Teori Sibenertika Parson)
B. UNSUR-UNSUR
SISTEM SOSIAL
Menurut
Alvin L. Bertrand, ada 10 unsur sistem sosial:
1. Keyakinan
(pengetahuan)
2. Perasaan
(sentiment)
3. Tujuan
4. Norma
5. Status dan
peranan
6. Tingkatan
atau pangkat (rank)
7. Kekuasaan
atau pengaruh (power)
8. Sanksi
9. Sarana
atau fasilitas
10. Tekanan
ketegangaan (stress strain)
C. FUNGSI
SISTEM SOSIAL
Menurut
ANkie M.M. Hoogvelt, ada 4 fungsi sistem sosial:
1. Fungsi
Adaptation (Adaptasi)
Sistem
sosial harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dihadapi.
2. Fungsi
Goal Attainment (Pencapaian Tujuan Yang Diharapkan)
Tujuan
individu harus menyesuaikan dengan tujuan sosial yang lebih besar agar tidak
bertentangan dengan tujuan-tujuan lingkungan sosial.
3. Fungsi
Integration (Integrasi/Kebersamaan)
Menunjukkan
adanya solidaritas sosial dari bagian-bagian yang membentuknya serta
berperannya masing-masing unsure tersebut sesuai dengan posisinya. Integrasi
hanya bias terwujud jika semua unsure yang membentuk sistem tersebut saling
menyesuaikan.
4. Fungsi
Latent Pattern Maintance (Pemeliharaan Pola Latent).
D. PENGERTIAN
SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan
wujud yang abstark dari kebudayaan. Sistem budaya atau cultural system
merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu
masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan lepas satu dari yang lainnya,
tetapi selalu berkaitan dan menjadi suatu sistem. Dengan demikian sistem budaya
adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula adat-istiadat mencangkup
sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut pranata-pranata yang ada
di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama.
E. FUNGSI SISTEM
BUDAYA
Fungsi sistem budaya adalah menata dan menetapkan tindakan-tindakan serta
tingkah laku manusia. Proses belajar dari sistem budaya ini dilakukan melalui
pembudayaan atau institutionalization (pelembagaan). Dalam proses pelembagaan
ini, seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya
dengan adat-adat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian
dengan lingkungan di luar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam
tindakan. Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan
tindakan meniru itu diinternalisasi dalam kepribadiannya, maka tindakannya itu
menjadi suatu pola yang mantap, dan norma yang mengatur tindakannya
dibudayakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut
yang mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya
dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitarnya.
F. UNSUR-UNSUR
SISTEM BUDAYA
Ada
beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur
kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville
J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
a. alat-alat teknologi
b.sistem ekonomi
c. keluarga
d. kekuasaan politik
a. alat-alat teknologi
b.sistem ekonomi
c. keluarga
d. kekuasaan politik
2. Bronislaw
Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
Ø Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja
sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
Ø Organisasi
ekonomi
Ø Alat-alat
dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah
lembaga pendidikan utama)
Ø Organisasi
kekuatan (politik)
SISTEM SOSIAL BUDAYA
INDONESIA
Mata
kuliah ini mengajak para mahasiswa ke alampenganalisan sebuah masyarakat yang
sebelumnya telah dikonsepsikan sebagai suatu sistem kehidupan yang terbuka dan
penuh interaksi (baik interaksi internal yang terjadi antara komponen dalam
sistem, maupun interaksi eksternal yang terjadi antara sistem dengan
lingkungannya). Pokok-pokok teori Talcot Parson akan digunakan untuk membuat
kerangka konseptual masyarakat sebagai suatu sistem baik ujudnya yang statis
maupun dinamis. Dengan penelusuran pendapat sosiolog terkemuka maka
konsep-konsep tentang Sistem Sosial Budaya Idonesoia akansemakin
jelas
PENGERTIAN SISTEM SOSIAL
BUDAYA
ü Suatu
hubungan yang tersusun dari sekian banyak bagian.
ü Hubungan
yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur.
Jadi system itu mengandung arti sehimpunan bagian atau komponen yang saling
berhubungan secara teratur dan merupakan keseluruhan.
ENAM PENGGUNAAN ISTILAH
SISTEM YANG LAZIM DI INDONESIA MENURUT TATANG M.AMIRIN
1. Sistem
yang digunakan untuk menunjuk suatu kumpulan atau himpunan benda-benda yang
disatukan atau dipadukan oleh suatu bentuk saling hubungan atau saling
betergantungan yang teratur. Atau sebagai suatu himpunan bagian yang tergabung
secara ilmiah maupun oleh budi daya manusia sehingga menjadi suatu kesatuan
atau yang bulat dan terpadu, suatu keseluruhan yang terorganisasikan atau
sesuatu yang organik, atau juga yang berfungsi : bekerja atau bergerak secara
serentak bersama-sama bahkan sering bergeraknya
megikuti suatu kontrol tertentu, sistem tata surya, ekosistem merupakan
contohnya.
2. Sistem
yang digunakan untuk menyebut alat-alat atau organ tubuh secara
keseluruhan yang secara
khusus memberikan andil atau sumbangan terhadap berfungsinya tubuh tertentu
yang rumit tetapi amat vital. Misalnya saja sistem syaraf.
3. Sistem
yang menunjuk sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun terorgaisasikan, suatu
himpunan gagasan, prinsip, dokterin, hukum dan sebagainya yang membentuk suatu
kesatuan yang logik dan dikenal sebagai isi buah pikiran filsafat tertentu,
agama atau bentuk pemerintahan tertentu.
Sistem teologi Agustinus, sistem pemerintahan demokratik, sistem masyarakat
islam
4. Sistem
yang dipergunakan untuk menunjuk suatu hipotesis atau
suatu teori. Kita kenal misalnya pendidikan sistematik.
5. Sistem
yang dipergunakan dalam arti metode atau tata cara. Misalnya saja sistem
mengetik sepuluh jari, sistem modul ilmu pengajaran, pembinaan pengusha
golongan ekonomi
lemah dan sistem anak angkat dan belajar dengan jarak jauh.
6. Sistem yang dipergunakan untuk menunjuk pengertian skema
atau metode pengaturan organisasi atau susunan sesuatu atau metode tata cara.
Dapat juga dalam arti suatu bentuk atau pola pengaturan pelaksanaan atau
pemrosesan dan juga dalam pengertian metode pengelompokan, pengkodifikasian dan
sebaganinya. Misalnya saja sistem pengelompokkan bahan pustaka menurut Dewey.
SALING KETERGANTUNGAN DALAM SISTEM SOSIAL
Ada
beberapa elemen penting dalam konsep ketergantungan
ü Dalam
konsep saling ketergantungan (interpendency) paling kurang
ad a dua bagian atau lebih yang saling menjadi gantungan bagi yang
lainnya. Kalau jumlah baginya adalah dua, maka gantungan satu-satunya
adala h pasangannya
ü Dalam
konsep saling ketergantungan, kata saling itu tidak harus diinterpretasikan
sebagai keadaan yang memperlihatkan keseimbangan murni 50% lawan 50% mungkin
dalam bahasa Indonesia anda mengartikan demikian, dimana saling ketergantungan
itu juga mencakup pengertian ketidak seimbangan ketergantungan.
Konsekuensinya, kalau saling ketergantungan itu terjadi antara dua orang, maka
yang satu bisa mempunyai 50% tetapi bisa juga 75%.
ü Dalam
konsep saling ketergantungan
terkadang adanya saling membutuhkan dengan pengertian
bahwa saling membutuhkan itu tidak selamanya harus seimbang. Oleh karena itu
kebutuhan satu elemen atau bagian erat berkaitan dengan elemen yang lainnya
dalam sistemitu.
ü
SIFAT DAN PROSES UTAMA
DALAM SISTEM SOSIAL
Ø SIFAT TERBUKA DALAM
SISTEM SOSIAL YAITU SIFAT MENERIMA UNSUR
DARI LUAR MENURUT MARGONO SLAMET SISTEM SOSIAL DAPAT DIPENGARUHI OLEH :
·
EKOLOGI
·
DEMOGRAFI
·
KEBUDAYAAN
·
KEPRIBADIAN
Konsekuensi
dari sistem yang bersifat terbuka yang memahami pertukaran dengan
lingkungannya, akan mengalami perubahan. Perubahan yang diakui sebagai unsur
yang dinamis, ditata sehingga tidak menyebabkan keguncangan (sistem sosial)
memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri. Dengan kata lain,
suatu perubahan diterima dengan tetap menjaga stabilitas keteraturan dalam
sistem walaupun mungkin keteraturan itu adalah hasil dari konflik.
Ø PROSES UTAMA DALAM SISTEM
SOSIAL
Menurut
ALvin
L. Bertran bahwa proses utama dalam sistem sosial adalah sebagai berikut :
·
Komunikasi
·
Memelihara tapal batas
·
Penjalinan sistem
·
Sosialisasi
·
Pengawasan sosial
·
Pelembagaan
·
Perubahan sosial
UNSUR UNSUR POKOK DALAM SISTEM SOSIAL
MENURUT SOERJONO SOEKAMTO
UNSUR UNSUR POKOK DALAM SISTEM SOSIAL ADALAH :
1. KEPERCAYAAN
2. PERASAAN DAN PIKIRAN
3. TUJUAN
4. KAIDAH ATAU NORMA
5. KEDUDUKAN DAN PERANAN
6. PENGAWASAN
7. SANKSI
8. FASILITAS YANG MERUPAKAN
SARANA UNTUK MENCAPAI TUJUAN
9. KESELARASAN DAN
KELANGSUNGAN HIDUP
10. KESERASIAN
ANTARA KUALITAS HIDUP DAN
LINGKUNGAN
KEHIDUPAN SOSIAL SEBAGAI SUATU SISTEM SOSIAL
Kehidupan
sosial pada dasarnya ditandai dengan :
a. Adanya
manusia yang hidup bersama/berjumlah dua orang atau lebih
b. Manusia
tersebut bergaul dan hidup bersama dalam waktu yang cukup lama sehingga akan
terjadi adaptasi dan pengorganisasian perilaku serta munculnya sutu perasaan
sebagai suatu kesatuan atau kelompok
c. Sistem
kehidupan bersama Pernyataan diatas memungkinkan kita dapat menerima
rumusan-rumusan yang diajukan oleh Talcot Parson dan Alvin L. Bertrand tentang
karakteristik dari sistem sosial (kehidupan sosial) Parson (dipetik dari Robert
A. Dahl, 1980) merumuskan karakteristik dari sistem sosial, sebagai berikut :
·
Dua orang atau lebih yang saling
mempengaruhi 2.Dalam
tindakannya mereka memperhitungkan bagaimana orang lain bertindak, dan
·
Kadang-kadang mereka bertindak
bersama sama untuk mengejar tujuan bersama.
Alvin
L. Bertrand (1980) mengemukakan bahwa dalam suatu sistem sosial paling tidak
harus Memenuhi :
1.Dua
orang atau lebih
2.terjadi
interaksi
antara manusia
3.Bertujuan
4.memiliki
struktur, simbol dan harapan-harapan bersama yang dipedomani
MASALAH POKOK DLM SISTEM.SOSIAL
1.INTEGRASI
2 STABILITAS
3.KETERATURAN SOSIAL
PENDEKATAN FUNGSIONAL
STRUKTURAL
1.FUNGSI DARI
SESUATU ITU MUNCUL KARENA SESUATU
ITU DIBUTUHKAN
2.PENDEKATAN FUNGSIONAL
STRUKTURAL DIBANGUN ATAS ASUMSI DASAR BAHWA MASYARAKAT MERUPAKAN ORGANISME
BIOLOGIS
POKOK POKOK PIKIRAN DARI
PENDEKATAN FUNGSIONAL STRUKTURAL OLEH VAN DEN BERGHE ((DALAM
SOERJONO SOEKAMTO) ADALAH :
v Analisis
terhadap masyarakat
harus dilakukan secara
holistis oleh karena merupakan suatu sistem yang
terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
v Hubungan
sebab akibat bersifat ganda dan resiprokal
v Sistem-sitem
sosial berada
dalam keadaan yang serasi yang dinamis sifatnya, sehingga penyesuaian terjadi
dengan perubahan-perubahan yang seminimal mungkin.
v Integrasi
sempurna tidak akan tercapai sehingga setiap sistem sosial akan menghadapi
tekanan-tekanan maupun penyimpangan yang akan dapat dinetralisasikan melalui
proses pelembagaan
v Perubahan
merupakan proses penyesuaian yang berjalan lambat (sehingga bukan merupakan
suatu proses revolusioner)
v Perubahan
merupakan konsekuensi penyesuaian, perubahan-perubahan yang terjadi diluar
sistem yang ditimbulkan leh deferensiasi maupun inovasi-inovsi internal.
v Sistem tersebut
terintegrasi melalui nilai nilai yang dianut bersama
TEORI SISTEM UMUM
1.MENDAPAT DUKUNGAN DARI
SEMUA CABANG ILMU ,ILMU ALAM DAN ILMU SOSIAL
2.TALCOT PARSON ADALAH
AHLI YANG KONSEN THD TEORI SISTEM UMUM INI
3.EMPAT PERSYARATAN
FUNGSIONAL MENURUT TALCOT PARSON ADALAH:
A.(ADAPTATION) Dengan persyaratan ini semua sistem sosial
mulai dari hubungan duaan sampai dengan sistem sosial yang
besar dan rumit, harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang dihadapi.
G (Goal-Attainment) :
Setiap orang dalam tindakannya selalu mempunyai tujuan tertentu, namun bukan
tujuan individu yang diperhitungkan untuk mencapai tujuan bersama.
I(Integration) :
Kelompok ini tercapai kalau bagian-bagian yang membentuknya itu berperan sesuai
dengan posisinya dalam suatu keseluruhan
L (Laten Pattern Maintanance) : Pola
sistem untuk mempertahankan diri dari kehancuran dan pola itu tidak kelihatan
PENDEKATAN STRUKTURAL KONFLIK
ASUMSI DASAR DALAM
PENDEKATAN KONFLIK:
a. Setiap
masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang tidak pernah berakhir
atau dengan kata lain, perubahan sosial merupakan gejala ya.ng
melekat didalam setiap masyarakat.
b. .Setiap
masyarakat mengandung konflik. Konflik didalam dirinya atau dengan kata lain
konflik adalah merupakan gejala yang melekat didalam setiap masyarakat
c. Setiap
unsur dalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi
dan perubahan-perubahan sosial.
d. Setiap
masyarakat terintegrasi diatas penguasaan atau dominasi olehsejumlah
orang-orang yang lain
MENURUT VAN DEN BERGHE
PENDEKATAN KONFLIK JUGA BERFUNGSI:
Ø Sebagai
alat untuk memelihara solidritas
Ø Membentuk
menciptakan ikatan aliansi dengan kelompok lain
Ø Mengaktifkan
peranan individu yang semula terisolasi
Ø Fungsi
komunikasi, sebelum konflik tertentu mungkin tidak mengetahui posisi lawan, tetapi
dengan adanya konflik posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas,
individu dan kelompok tahu secara pasti dimana mereka berdiri dan karena itu
dapa mengambil keputusan lebih baik untuk bertindak dengan lebih tepat.
TEORI INTERAKSI SIMBOL
Konsep
interaksi
itu sendiri sudah mengandung pengertian saling ketergantungan, mengapa karena
simbol yang digunakan dalam interaksi sosial itu tidak hanya mengikuti satu
orang tetapi banyak orang. Mengingat artinya/makna yang terkandung dalam simbol itu harus diartikan
sesuai dengan kesepakatan bersama tentang artinya itu. Alasan lain
mengapa dalam simbol atau interaksi itu terdapat saling ketergantungan adalah
bahwa perkembangan
diri seseorang
itu sangat tergantung pada orang lain, yang dalam hal ini tergantung pada
simbol-simbol yang digunakan bersama.
TEORI PERTUKARAN SOSIAL
1.Dari
istilahnya, pertukaran itu menunjukkan adanya kegiatan saling memberi dan
menerima.
2.Apa
yang terkandung didalam kehidupan sosial itu tidak lain adalah pertukaran.
3.Contoh-contoh
diambil dari George Homans tentang perilaku manusia yang pada intinya adalah
pertukaran sosial
4.Berikut
ini kita ikuti pokok pikiran Peter Blau tentang saling ketergantungan yang
mendasarkan uraiannya pada pokok-pokok pikiran Homans
5.pada
pokok-pokok pikiran Blau tentang masyarakat dapat kita lihat hubungannya dengan
pokok permasalahan sistem sosial, yakni saling ketergantungan
A.Dalam
kehidupan sosial itu terjadi pertukaran yaitu pertukaran sosial dan
pertukaran ekonomi pertukaran ekonomi yang paling jelas adalah hubungan ekonomi
yang terjadi
dipasar antara penjual dan pembeli. Oleh Blau disebut ekstrinsik, karena
hubungan itu dibuat karena sesuatu yang lain yakni pembeli mempunyai uang dan
penjual mempunyai barang. Jadi yang terjadi adalah pertukaran uang dan barang
B.Inti
norma timbal balik adalah keseimbangan antara mereka yang terlibat dalam
hubungan sosial itu.
PROSES SOSIAL DALAM
SISTEM SOSIAL
1.Sistem
sosial yang mengalami perubahan karena pengaruh lingkungan ataukarena
ada pengaruh dari
lingkungan, memperlihatkan adanya proses sosial
APA DAN BAGAIMANA KONSEP DASAR ILMU SOSIAL
ü Pengetahuan
ilmiah adalah suatu bangun yang tersusun atas konsep-konsep sebagai bahan
dasarnya.
ü Sementara
itu, secara sederhana konsep adalah suatu kata yang melambangkan ide atau
gagasan.Dalam lingkungan ilmu sosial, konsep diartikan sebagai abstraksi tentangsuatu
objek yang dijadikan
sasaran perhatian (fungsi seleksi) Dalam lingkungan ilmu sosial, kita dihadapkan pada
kenyataan bahwa obyek-obyek sosial yang kita
ü Setiap
pekerja ilmu (ilmuwan), analisis dan peneliti, senantiasa memerlukan dan
memanfaatkan konsep dalam pekerjaannya.
ü Dengan konsep yang
digunakan secara cermat, seorang pekerja ilmu dapat mengkomunikasikan atau
menjelaskan gagasannya secara efisien dan diberi makna.
ü Dalam
lingkungan ilmu sosial, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa obyek-obyek sosial
yang kita kaji senantiasa bersifat kompleks (bahkan sering kali abstrak) dan
tidak selalu mudah difahami secara tuntas-lengkap.
ü Sudut
pandang seorang ilmuan sosial terhadap kejadian sosial tertentu sangat
menentukan pemahamannya tentang kejadian itu. Satu kejadian sosial yang dilihat dari
lebih dari sudut pandang cenderung tidak akan menghasilkan kesimpulan yang
sama. Padahal, juga sulit merumuskan konsensus, apalagi mufakat bulat, tentang
sudut pandang atau kerangka analisis yang paling tepat untuk mengkaji fenomena
sosial. Setiap pilihan sudut pandang tidak dengan sendirinya boleh atau tidak
bisa menurut dan tidak berhak melarang digunakannya sudut pandang lain. Upaya
semacam ini hanya terjadi dalam praktek politik otoriter, tidak
dalam dunia keilmuan. Karena itu, ilmu sosial cenderung diperkaya dengan
beragam sudut pandang, yang dalam bahasa keilmuan disebut pendekatan teoritik
(Theoritical approach) atau perspektif teoritik (theoritical perspektive).
ü Dalam
proses keilmuan, pendekatan berfungsi sebagai kriteria untuk memilih-milih
masalah yang hendak dikaji atau diiteliti dan sebagai penentu kearah metode
penelitian yang hendak digunakan. Adanya pendekatan yang beraneka ragam itu
sesungguhnya mencerminkan pengakuan jujur ilmuwan sosial bahwa setiap fenomena
sosial tidak terjadi
karena penyebab tunggal.
ü Dalam
kondisi semacam ini, kita sebagai pendatang baru dalam persilatan dunia sosial
sesungguhnya telah menerima warisan konsep, pengetahuan dan kerangka analisis
yang melimpah ruah.
ü Suatu
pendekatan teoritik cenderung memperkenalkan konsep-konsepnya sendiri yang
dianggap pokok, berbeda dengan konsep-konsep yang diajukan oleh pendekatan
teoritik yang lain
ü Sebaliknya,
juga terjadi konsep-konsep yang sama dipergunakan dalam berbagai pendektan
toritik, tetapi dengan nama yang berbeda-beda.
ü Sebagai
pewaris yang baik, sebelum akhirnya kita menentukan pilihan sendiri
hanya akan menggunakan sebagian saja warisan,
ü sepantasnya
kita lebih dulu mengenali dan menimbang-nimbang sebanyak mungkin harta pusaka
konsep-konsep itu. Konsep-konsep ini perlu dilacak warisan klasik para peletak
dasar ilmu sosial modern hingga perspektif yang lebih kontemporer.
ü Kiranya
kita perlu mengenal konsep-konsep utama dalam pendekatan materialisme-historis
Karl Marx, dalam analisis tipe ideal dan sosiologi interpretatif Max Weber,
serta dalam sosiologi fungsioanlisme, Emile Durkheim. Juka kita perlu mengenal
perbedaan pandangan antar berbagai perspektif ilmu sosial
(strukturalis-fungsionalis, konflik, kelas, elite dan pluralis) tentang
berbagai issue atau konsep-konsep pokok tertentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar