Sabtu, 08 April 2017

SISTEM SOSIAL BUDAYA MKK3023

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com


Dosen                         : Fatullah,MM
Mata Kuliah               : Sistem Sosial Budaya Indonesia
Kode MK                    : MKK3023    

A.   PENGERTIAN SISTEM SOSIAL
Sistem sosial merupakan suatu sinergi antara berbagai subsistem sosial yang saling mengalami ketergantungan dan keterkaitan. (Teori Sibenertika Parson)


B.   UNSUR-UNSUR SISTEM SOSIAL
Menurut Alvin L. Bertrand, ada 10 unsur sistem sosial:
1.    Keyakinan (pengetahuan)
2.    Perasaan (sentiment)
3.    Tujuan
4.    Norma
5.    Status dan peranan
6.    Tingkatan atau pangkat (rank)
7.    Kekuasaan atau pengaruh (power)
8.    Sanksi
9.    Sarana atau fasilitas
10. Tekanan ketegangaan (stress strain)


C.   FUNGSI SISTEM SOSIAL
Menurut ANkie M.M. Hoogvelt, ada 4 fungsi sistem sosial:
1.    Fungsi Adaptation (Adaptasi)
Sistem sosial harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dihadapi.
2.    Fungsi Goal Attainment (Pencapaian Tujuan Yang Diharapkan)
Tujuan individu harus menyesuaikan dengan tujuan sosial yang lebih besar agar tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan lingkungan sosial.
3.    Fungsi Integration (Integrasi/Kebersamaan)
Menunjukkan adanya solidaritas sosial dari bagian-bagian yang membentuknya serta berperannya masing-masing unsure tersebut sesuai dengan posisinya. Integrasi hanya bias terwujud jika semua unsure yang membentuk sistem tersebut saling menyesuaikan.
4.    Fungsi Latent Pattern Maintance (Pemeliharaan Pola Latent).


D.   PENGERTIAN SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan wujud yang abstark dari kebudayaan. Sistem budaya atau cultural system merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan lepas satu dari yang lainnya, tetapi selalu berkaitan dan menjadi suatu sistem. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula adat-istiadat mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut pranata-pranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama.


E.   FUNGSI SISTEM BUDAYA
            Fungsi sistem budaya adalah menata dan menetapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia. Proses belajar dari sistem budaya ini dilakukan melalui pembudayaan atau institutionalization (pelembagaan). Dalam proses pelembagaan ini, seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-adat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan lingkungan di luar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam tindakan. Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan tindakan meniru itu diinternalisasi dalam kepribadiannya, maka tindakannya itu menjadi suatu pola yang mantap, dan norma yang mengatur tindakannya dibudayakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami deviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitarnya.



F.    UNSUR-UNSUR SISTEM BUDAYA
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.     Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
a. alat-alat teknologi
b.sistem ekonomi
c. keluarga
d. kekuasaan politik
2.    Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
Ø   Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
Ø  Organisasi ekonomi
Ø  Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
Ø  Organisasi kekuatan (politik)



SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
Mata kuliah ini mengajak para mahasiswa ke alampenganalisan sebuah masyarakat yang sebelumnya telah dikonsepsikan sebagai suatu sistem kehidupan yang terbuka dan penuh interaksi (baik interaksi internal yang terjadi antara komponen dalam sistem, maupun interaksi eksternal yang terjadi antara sistem dengan lingkungannya). Pokok-pokok teori Talcot Parson akan digunakan untuk membuat kerangka konseptual masyarakat sebagai suatu sistem baik ujudnya yang statis maupun dinamis. Dengan penelusuran pendapat sosiolog terkemuka maka konsep-konsep tentang Sistem Sosial Budaya Idonesoia akansemakin jelas   

PENGERTIAN SISTEM SOSIAL BUDAYA
ü  Suatu hubungan yang tersusun dari sekian banyak    bagian.
ü  Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur. Jadi system itu mengandung arti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan keseluruhan.

ENAM PENGGUNAAN ISTILAH SISTEM YANG LAZIM DI INDONESIA MENURUT TATANG  M.AMIRIN
1.      Sistem yang digunakan untuk menunjuk suatu kumpulan atau himpunan benda-benda yang disatukan atau dipadukan oleh suatu bentuk saling hubungan atau saling betergantungan yang teratur. Atau sebagai suatu himpunan bagian yang tergabung secara ilmiah maupun oleh budi daya manusia sehingga menjadi suatu kesatuan atau yang bulat dan terpadu, suatu keseluruhan yang terorganisasikan atau sesuatu yang organik, atau juga yang berfungsi : bekerja atau bergerak secara serentak bersama-sama bahkan sering bergeraknya megikuti suatu kontrol tertentu, sistem tata surya, ekosistem merupakan contohnya.
2.      Sistem yang digunakan untuk menyebut alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang secara khusus memberikan andil atau sumbangan terhadap berfungsinya tubuh tertentu yang rumit tetapi amat vital. Misalnya saja sistem syaraf.
3.      Sistem yang menunjuk sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun terorgaisasikan, suatu himpunan gagasan, prinsip, dokterin, hukum dan sebagainya yang membentuk suatu kesatuan yang logik dan dikenal sebagai isi buah pikiran filsafat tertentu, agama atau bentuk pemerintahan tertentu. Sistem teologi Agustinus, sistem pemerintahan demokratik, sistem masyarakat islam
4.      Sistem yang dipergunakan untuk menunjuk suatu hipotesis atau suatu teori. Kita kenal misalnya pendidikan sistematik.
5.      Sistem yang dipergunakan dalam arti metode atau tata cara. Misalnya saja sistem mengetik sepuluh jari, sistem modul ilmu pengajaran, pembinaan pengusha golongan ekonomi lemah dan sistem anak angkat dan belajar dengan jarak jauh.
6.       Sistem yang dipergunakan untuk menunjuk pengertian skema atau metode pengaturan organisasi atau susunan sesuatu atau metode tata cara. Dapat juga dalam arti suatu bentuk atau pola pengaturan pelaksanaan atau pemrosesan dan juga dalam pengertian metode pengelompokan, pengkodifikasian dan sebaganinya. Misalnya saja sistem pengelompokkan bahan pustaka menurut Dewey.

SALING KETERGANTUNGAN DALAM SISTEM SOSIAL
Ada beberapa elemen penting dalam konsep ketergantungan
ü  Dalam konsep saling ketergantungan (interpendency) paling   kurang ad a dua bagian atau lebih yang saling menjadi gantungan bagi yang lainnya. Kalau jumlah baginya adalah dua, maka gantungan satu-satunya adala h pasangannya
ü  Dalam konsep saling ketergantungan, kata saling itu tidak harus diinterpretasikan sebagai keadaan yang memperlihatkan keseimbangan murni 50% lawan 50% mungkin dalam bahasa Indonesia anda mengartikan demikian, dimana saling ketergantungan itu juga mencakup pengertian ketidak seimbangan ketergantungan. Konsekuensinya, kalau saling ketergantungan itu terjadi antara dua orang, maka yang satu bisa mempunyai 50% tetapi bisa juga 75%.
ü  Dalam konsep saling ketergantungan terkadang adanya saling membutuhkan dengan pengertian bahwa saling membutuhkan itu tidak selamanya harus seimbang. Oleh karena itu kebutuhan satu elemen atau bagian erat berkaitan dengan elemen yang lainnya dalam sistemitu. 
ü   
SIFAT DAN PROSES UTAMA DALAM SISTEM SOSIAL
Ø  SIFAT TERBUKA DALAM SISTEM SOSIAL YAITU   SIFAT   MENERIMA   UNSUR DARI LUAR MENURUT MARGONO SLAMET SISTEM SOSIAL DAPAT DIPENGARUHI OLEH :
·         EKOLOGI
·         DEMOGRAFI
·         KEBUDAYAAN
·         KEPRIBADIAN
      Konsekuensi dari sistem yang bersifat terbuka yang memahami pertukaran dengan lingkungannya, akan mengalami perubahan. Perubahan yang diakui sebagai unsur yang dinamis, ditata sehingga tidak menyebabkan keguncangan (sistem sosial) memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri. Dengan kata lain, suatu perubahan diterima dengan tetap menjaga stabilitas keteraturan dalam sistem walaupun mungkin keteraturan itu adalah hasil dari   konflik.
Ø  PROSES UTAMA DALAM SISTEM SOSIAL
Menurut ALvin L. Bertran bahwa proses utama dalam sistem sosial adalah sebagai berikut :
·         Komunikasi
·         Memelihara tapal batas
·         Penjalinan sistem
·          Sosialisasi
·         Pengawasan sosial
·         Pelembagaan
·         Perubahan sosial

UNSUR UNSUR POKOK DALAM SISTEM SOSIAL
MENURUT SOERJONO SOEKAMTO UNSUR UNSUR POKOK DALAM SISTEM SOSIAL ADALAH :
1.      KEPERCAYAAN
2.      PERASAAN DAN PIKIRAN
3.      TUJUAN
4.      KAIDAH ATAU NORMA
5.      KEDUDUKAN DAN PERANAN
6.      PENGAWASAN
7.      SANKSI
8.      FASILITAS YANG MERUPAKAN SARANA UNTUK MENCAPAI TUJUAN
9.      KESELARASAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP
10.  KESERASIAN ANTARA   KUALITAS  HIDUP  DAN LINGKUNGAN      

KEHIDUPAN SOSIAL SEBAGAI SUATU SISTEM SOSIAL
Kehidupan sosial pada dasarnya ditandai dengan :
a.       Adanya manusia yang hidup bersama/berjumlah dua orang atau lebih
b.      Manusia tersebut bergaul dan hidup bersama dalam waktu yang cukup lama sehingga akan terjadi adaptasi dan pengorganisasian perilaku serta munculnya sutu perasaan sebagai suatu kesatuan atau kelompok
c.       Sistem kehidupan bersama Pernyataan diatas memungkinkan kita dapat menerima rumusan-rumusan yang diajukan oleh Talcot Parson dan Alvin L. Bertrand tentang karakteristik dari sistem sosial (kehidupan sosial) Parson (dipetik dari Robert A. Dahl, 1980) merumuskan karakteristik dari sistem sosial, sebagai berikut :
·         Dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi 2.Dalam tindakannya mereka memperhitungkan bagaimana orang lain bertindak, dan
·         Kadang-kadang mereka   bertindak bersama sama untuk mengejar tujuan bersama.
Alvin L. Bertrand (1980) mengemukakan bahwa dalam suatu sistem sosial paling tidak harus Memenuhi :
1.Dua orang atau lebih
2.terjadi interaksi antara manusia
3.Bertujuan
4.memiliki struktur, simbol dan harapan-harapan bersama yang dipedomani

MASALAH POKOK DLM SISTEM.SOSIAL
1.INTEGRASI
2 STABILITAS
3.KETERATURAN SOSIAL

PENDEKATAN FUNGSIONAL STRUKTURAL
1.FUNGSI      DARI SESUATU ITU  MUNCUL     KARENA SESUATU ITU DIBUTUHKAN
2.PENDEKATAN FUNGSIONAL STRUKTURAL DIBANGUN ATAS ASUMSI DASAR BAHWA MASYARAKAT MERUPAKAN ORGANISME BIOLOGIS

POKOK POKOK PIKIRAN DARI PENDEKATAN  FUNGSIONAL STRUKTURAL OLEH VAN DEN BERGHE ((DALAM SOERJONO SOEKAMTO) ADALAH :
v  Analisis terhadap masyarakat harus dilakukan       secara holistis oleh karena merupakan     suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
v  Hubungan sebab akibat bersifat ganda dan resiprokal
v  Sistem-sitem sosial berada dalam keadaan yang serasi yang dinamis sifatnya, sehingga penyesuaian terjadi dengan perubahan-perubahan yang seminimal mungkin.
v  Integrasi sempurna tidak akan tercapai sehingga setiap sistem sosial akan menghadapi tekanan-tekanan maupun penyimpangan yang akan dapat dinetralisasikan melalui proses pelembagaan
v  Perubahan merupakan proses penyesuaian yang berjalan lambat (sehingga bukan merupakan suatu proses revolusioner)
v  Perubahan merupakan konsekuensi penyesuaian, perubahan-perubahan yang terjadi diluar sistem yang ditimbulkan leh deferensiasi maupun inovasi-inovsi internal.
v  Sistem tersebut terintegrasi melalui nilai nilai yang dianut bersama

TEORI SISTEM UMUM
1.MENDAPAT DUKUNGAN DARI SEMUA CABANG ILMU ,ILMU ALAM DAN ILMU SOSIAL
2.TALCOT PARSON ADALAH AHLI YANG KONSEN THD TEORI SISTEM UMUM INI
3.EMPAT PERSYARATAN FUNGSIONAL MENURUT TALCOT PARSON ADALAH:

A.(ADAPTATION) Dengan persyaratan ini semua sistem sosial mulai dari hubungan   duaan sampai dengan sistem sosial yang besar dan rumit, harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang dihadapi.
G (Goal-Attainment)   : Setiap orang dalam tindakannya selalu mempunyai tujuan tertentu, namun bukan tujuan individu yang diperhitungkan untuk mencapai tujuan bersama.
 I(Integration)  : Kelompok ini tercapai kalau bagian-bagian yang membentuknya itu berperan sesuai dengan posisinya dalam suatu keseluruhan
L (Laten Pattern Maintanance) : Pola sistem untuk mempertahankan diri dari kehancuran dan pola itu tidak kelihatan

PENDEKATAN STRUKTURAL KONFLIK
ASUMSI DASAR DALAM PENDEKATAN KONFLIK:
a.       Setiap masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang tidak pernah berakhir atau dengan kata lain, perubahan sosial merupakan gejala ya.ng melekat didalam setiap masyarakat.
b.      .Setiap masyarakat mengandung konflik. Konflik didalam dirinya atau dengan kata lain konflik adalah merupakan gejala yang melekat didalam setiap masyarakat
c.       Setiap unsur dalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya disintegrasi dan perubahan-perubahan sosial.
d.      Setiap masyarakat terintegrasi diatas penguasaan atau dominasi olehsejumlah orang-orang yang lain

MENURUT VAN DEN BERGHE PENDEKATAN KONFLIK JUGA BERFUNGSI:
Ø  Sebagai alat untuk memelihara solidritas
Ø  Membentuk menciptakan ikatan aliansi dengan kelompok lain
Ø  Mengaktifkan peranan individu yang semula terisolasi
Ø  Fungsi komunikasi, sebelum konflik tertentu mungkin tidak mengetahui posisi lawan, tetapi dengan adanya konflik posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas, individu dan kelompok tahu secara pasti dimana mereka berdiri dan karena itu dapa mengambil keputusan lebih baik untuk bertindak dengan lebih tepat.

TEORI INTERAKSI SIMBOL
Konsep interaksi itu sendiri sudah mengandung pengertian saling ketergantungan, mengapa karena simbol yang digunakan dalam interaksi sosial itu tidak hanya mengikuti satu orang tetapi banyak orang. Mengingat artinya/makna yang terkandung dalam simbol itu harus diartikan sesuai dengan kesepakatan bersama tentang artinya itu.  Alasan lain mengapa dalam simbol atau interaksi itu terdapat saling ketergantungan adalah bahwa perkembangan diri seseorang itu sangat tergantung pada orang lain, yang dalam hal ini tergantung pada simbol-simbol yang digunakan bersama.

TEORI PERTUKARAN SOSIAL
1.Dari istilahnya, pertukaran itu menunjukkan adanya kegiatan saling memberi dan menerima.
2.Apa yang terkandung didalam kehidupan sosial itu tidak lain adalah pertukaran.
3.Contoh-contoh diambil dari George Homans tentang perilaku manusia yang pada intinya adalah pertukaran sosial
4.Berikut ini kita ikuti pokok pikiran Peter Blau tentang saling ketergantungan yang mendasarkan uraiannya pada pokok-pokok pikiran Homans
5.pada pokok-pokok pikiran Blau tentang masyarakat dapat kita lihat hubungannya dengan pokok permasalahan sistem sosial, yakni saling ketergantungan

A.Dalam kehidupan sosial itu terjadi pertukaran yaitu pertukaran sosial dan pertukaran ekonomi pertukaran ekonomi yang paling jelas adalah hubungan ekonomi yang terjadi dipasar antara penjual dan pembeli. Oleh Blau disebut ekstrinsik, karena hubungan itu dibuat karena sesuatu yang lain yakni pembeli mempunyai uang dan penjual mempunyai barang. Jadi yang terjadi adalah pertukaran uang dan barang
B.Inti norma timbal balik adalah keseimbangan antara mereka yang terlibat dalam hubungan sosial itu.

PROSES SOSIAL DALAM SISTEM SOSIAL
1.Sistem sosial yang mengalami perubahan karena pengaruh lingkungan ataukarena ada pengaruh dari lingkungan, memperlihatkan adanya proses sosial

APA DAN BAGAIMANA KONSEP DASAR ILMU SOSIAL
ü  Pengetahuan ilmiah adalah suatu bangun yang tersusun atas konsep-konsep sebagai bahan dasarnya.
ü  Sementara itu, secara sederhana konsep adalah suatu kata yang melambangkan ide atau gagasan.Dalam lingkungan ilmu sosial, konsep diartikan sebagai abstraksi tentangsuatu objek yang dijadikan sasaran perhatian (fungsi seleksi) Dalam lingkungan ilmu sosial, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa obyek-obyek sosial yang kita
ü  Setiap pekerja ilmu (ilmuwan), analisis dan peneliti, senantiasa memerlukan dan memanfaatkan konsep dalam pekerjaannya.
ü  Dengan     konsep    yang digunakan secara cermat, seorang pekerja ilmu dapat mengkomunikasikan atau menjelaskan gagasannya secara efisien dan diberi makna.
ü  Dalam lingkungan ilmu sosial, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa obyek-obyek sosial yang kita kaji senantiasa bersifat kompleks (bahkan sering kali abstrak) dan tidak selalu mudah difahami secara tuntas-lengkap.
ü  Sudut pandang seorang ilmuan sosial terhadap kejadian sosial tertentu sangat menentukan pemahamannya tentang kejadian itu. Satu kejadian sosial yang dilihat dari lebih dari sudut pandang cenderung tidak akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Padahal, juga sulit merumuskan konsensus, apalagi mufakat bulat, tentang sudut pandang atau kerangka analisis yang paling tepat untuk mengkaji fenomena sosial. Setiap pilihan sudut pandang tidak dengan sendirinya boleh atau tidak bisa menurut dan tidak berhak melarang digunakannya sudut pandang lain. Upaya semacam ini hanya terjadi dalam praktek politik otoriter, tidak dalam dunia keilmuan. Karena itu, ilmu sosial cenderung diperkaya dengan beragam sudut pandang, yang dalam bahasa keilmuan disebut pendekatan teoritik (Theoritical approach) atau perspektif teoritik (theoritical perspektive).
ü  Dalam proses keilmuan, pendekatan berfungsi sebagai kriteria untuk memilih-milih masalah yang hendak dikaji atau diiteliti dan sebagai penentu kearah metode penelitian yang hendak digunakan. Adanya pendekatan yang beraneka ragam itu sesungguhnya mencerminkan pengakuan jujur ilmuwan sosial bahwa setiap fenomena sosial tidak terjadi karena penyebab tunggal.
ü  Dalam kondisi semacam ini, kita sebagai pendatang baru dalam persilatan dunia sosial sesungguhnya telah menerima warisan konsep, pengetahuan dan kerangka analisis yang melimpah ruah.
ü  Suatu pendekatan teoritik cenderung memperkenalkan konsep-konsepnya sendiri yang dianggap pokok, berbeda dengan konsep-konsep yang diajukan oleh pendekatan teoritik yang lain
ü  Sebaliknya, juga terjadi konsep-konsep yang   sama dipergunakan dalam berbagai pendektan toritik, tetapi  dengan nama yang berbeda-beda.
ü  Sebagai pewaris yang baik, sebelum akhirnya kita menentukan pilihan sendiri hanya akan menggunakan sebagian saja warisan,
ü  sepantasnya kita lebih dulu mengenali dan menimbang-nimbang sebanyak mungkin harta pusaka konsep-konsep itu. Konsep-konsep ini perlu dilacak warisan klasik para peletak dasar ilmu sosial modern hingga perspektif yang lebih kontemporer.

ü  Kiranya kita perlu mengenal konsep-konsep utama dalam pendekatan materialisme-historis Karl Marx, dalam analisis tipe ideal dan sosiologi interpretatif Max Weber, serta dalam sosiologi fungsioanlisme, Emile Durkheim. Juka kita perlu mengenal perbedaan pandangan antar berbagai perspektif ilmu sosial (strukturalis-fungsionalis, konflik, kelas, elite dan pluralis) tentang berbagai issue atau konsep-konsep pokok tertentu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengertian Administrasi Negara dan Hukum Administrasi Negara

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com M o d u l   1     PENDAHULUAN ...