Minggu, 12 November 2017

SOAL UJIAN NOV 2017

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

SOAL UAS
MATA KULIAH        : KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
DOSEN                      : FATULLAH,MM
TANGGAL UJIAN : 26 NOVEMBER 2017


1.     Kita melihat orang-orang dari berbagai negara, budaya, latar belakang pendidikan, keterampilan, bekerja di tim yang sama, bersama-sama untuk mencapai tujuan Organisasi. Itulah mengapa para pemimpin saat ini, bergantung pada berbagai jenis keterampilan kepemimpinan serta gaya untuk mendapatkan hasil yang terbaik buat mereka. Coba uraikan beberapa ciri kepemimpinan Modern dalam Organisasi !
2.    Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan adalah suatu hal yang sangat penting. Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan organisasi itu sendiri. Cara pandang seperti apa yang harus dimiliki seorang pemimpim yang adil dan bijaksana ?
3.    Apa bedanya antara Pemimpin, Pimpinan dan Kepemimpinan ?


Selamat Bekerja

Selasa, 31 Oktober 2017

KEPEMIMPINAN ORGANISASI mk032

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

Konsep Pemimpin berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan leadership, Kartono mengatakan bahwa pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu. sedangkan Kouzes menjelaskan bahwa pemimpin adalah vionir sebagai orang yang bersedia melangkah kedalam situasi yang tidak diketahui, pemimpin yang mempunya visi yang jelas dapat menjadi penuntun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin. lain lagi dengan Rukmana yang mendefinisikan pemimpin sebagai orang yang melakukan atau menjalankan kepemimpinan leadership sedangkan pimpinan adalah mencerminkan kedudukan seseorang atau kelompok orang pada hierarki tertentu dalam suatu birkrasi formal maupun informal.
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Dalam hubungan ini sang pemimpin diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.

Pemimpin harus mempunyai jiwa yang tegas dan adil, cepat dalam memutuskan kepastian, dalam organisasi , pemimpin harus bertanggung jawab atas keputusan yang sudah di ambilnya dan berdasarkan jiwa seorang pemimpin itu sendiri dia mampu membangun organisasi yang lebih baik dan berjalan harmonis.

Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan adalah suatu hal yang sangat penting. Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan organisasi itu sendiri. Contohnya:

·                     Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya
·                     Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.
·                     Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.
·                     Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun.

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang-orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.

Stogdill (1974) menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai kepemimpinan, dan di antaranya memiliki beberapa unsur yang sama.

Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), istilah ini dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.

Sedangkan menurut Anderson (1988), “leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance”.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain :

1. Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan.

2. Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.

3. Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.

Teori Kepemimpinan

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:
1. pemimpin sebagai subjek, dan.
2. yang dipimpin sebagai objek.

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya. Di antara berbagai teori mengenai lahirnya pemimpin, paling tidak, ada tiga di antaranya yang menonjol yaitu sebagai berikut :

1. Teori Genetic. Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial. Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.


3. Teori Ekologis. Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.

Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi

Jika anda melihat gaya kepemimpinan dalam organisasi modern saat ini, anda akan menemukan berbagai jenis gaya kepemimpinan, untuk mencapai target mereka. Kita juga melihat orang-orang dari berbagai negara, budaya, latar belakang pendidikan, keterampilan, bekerja di tim yang sama, bersama-sama untuk memenuhi target tim. Itulah mengapa para pemimpin saat ini, bergantung pada berbagai jenis keterampilan kepemimpinan serta gaya untuk mendapatkan yang terbaik dari bawahan mereka. Di bawah ini adalah jenis yang paling umum pada kepemimpinan dalam organisasi di dunia modern.

Kepemimpinan Otokratis

Dalam gaya otokratis, pengambilan keputusan adalah hak prerogatif dari pemimpin. Semuanya langsung dilakukan ditentukan oleh pemimpin itu sendiri, tanpa masukan dari siapa pun.

Kepemimpinan Birokrasi

Ini adalah gaya kepemimpinan dalam organisasi yang diperlukan perusahaan, tepatnya mengikuti kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini adalah tugas pemimpin untuk memastikan bahwa semua aturan dipatuhi oleh karyawan. Gaya kepemimpinan dalam organisasi ini efektif jika karyawan melakukan tugas-tugas rutin sehari-hari. Namun, tidak ada ruang untuk kreativitas atau pemecahan masalah yang inovatif dalam gaya kepemimpinan birokrasi.

Kepemimpinan Partisipatif

Gaya partisipatif mengarah ke pengembangan kepercayaan dan loyalitas para bawahan kepada pemimpin, karena pemimpin membawa mereka ke dalam pertimbangan penuh, menggunakan keterampilan dan pengetahuan mereka dan mengambil masukan mereka, sebelum tiba pada suatu keputusan. Gaya partisipatif bekerja dengan sangat baik di mana pemimpin baru saja bergabung dalam organisasi.

Kepemimpinan Laissez-faire

Ini adalah gaya otokratis. Dalam hal ini, para bawahan diberikan kebebasan mutlak oleh pemimpin untuk menentukan tujuan mereka sendiri dan cara-cara untuk mencapainya. Gaya ini sedikit didasarkan pada prinsip interferensi. Hal ini dapat menjadi sukses besar jika bawahan berpengalaman dan terampil, namun bisa menjadi bumerang jika mereka tidak dapat dipercaya.

Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan ini bekerja pada prinsip bahwa ketika bawahan menandatangani kontrak untuk berpartisipasi dalam proyek tertentu, mereka mengikuti semua keputusan pemimpin mereka sebagai otoritas tertinggi. Jika kinerja bawahan baik, mereka akan dihargai dan jika kinerja mereka di bawah standar yang diharapkan, mereka akan terkena sanksi sesuai kontrak tertulis.

Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin menjual visinya kepada bawahannya, dengan cara yang paling menarik. dalam Kepemimpinan dalam organisasi yang bersifat transformasional memotivasi bawahannya dalam bekerja untuk tugas yang diberikan dengan antusiasme yang besar. Pemimpin benar-benar peduli untuk kesejahteraan anak buahnya dan ingin mereka untuk mempelajari hal-hal yang baru dan sesuai visinya.

Kepemimpinan Melayani

Pemimpin bertindak sebagai seseorang yang membantu orang lain untuk tumbuh. Dengan bertindak sebagai pemimpin yang melayani, pemimpin memberikan bawahan kebebasan untuk tumbuh, memelihara semangat mereka dan juga komitmen secara keseluruhan.

Kepemimpinan Karismatik

Seorang pemimpin kharismatik, dengan menggunakan pesona dan kemampuannya untuk membuat orang lain merasa penting, menggunakan kata-kata cerdas untuk mengatasi masalah, dan mampu mengumpulkan banyak pengagum. Orang-orang tertarik ke arahnya dan dengan demikian ingin bekerja untuknya.

Kepemimpinan Situasional

Hal ini diadopsi oleh seorang pemimpin sesuai dengan situasi yang berlaku. Beberapa faktor penentu seperti jenis kerjasama yang ada antara anggota tim dan berbagai sumber daya yang tersedia, dll.

Kepemimpinan Tenang

Ini adalah kebalikan dari gaya kepemimpinan karismatik. Dalam hal ini, pemimpin memotivasi timnya melalui tindakannya, bukan kata-kata.

Untuk dapat disebut sebagai pemimpin yang sukses, seorang pemimpin haruslah tahu, manakah gaya kepemimpinan dalam organisasi yang harus diikuti dalam situasi tertentu, untuk menyelesaikan suatu hal dalam organisasi.

Kamis, 28 September 2017

TUGAS WAJIB

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

Tugas !

Buatlah Kerangka Acuan Kerja dari sebuah Perencanaan Kegiatan ditempat masing-masing ! Boleh dalam bentuk Kegiatan Jangka Panjang atau Kegiatan Jangka Pendek.

Ditunggu,Paling lambat sampai Ujian Akhir Semester

Selamat lieur !

Rabu, 27 September 2017

PEMAHAMAN PERENCANAAN STRATEGIK (Strategic Planning)

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 )
Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).

Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan mengubah perusahaan, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah kegagalan

Perencanaan Strategik (Strategic Planning) adalah Proses pemilihan tujuan - tujuan organisasi, penentuan strategi, program - program strategi, dan penetapan metode - metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan. Perencanaan Strategi juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan strategik merupakan suatu proses manajemen yang sistematis yang dapat diartikan sebagai suatu proses pengambilan keputusan atas programprogram yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan dalam setiap program selama beberapa tahun ke depan (Govindarajan et.al., 2001;300).

Perencanaan strategik menempati posisi yang krusial, karena menentukan kekomprehensifan, kekoherenan, dan keseimbangan rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek yang dihasilkan oleh organisasi (Mulyadi, 2001; 121). Perencanaan strategik menghasilkan keluaran yaitu, (1) sasaran strategik (strategic objective), (2) inisiatif strategik (strategic initiative) dan (3) target.


·                     Tiga Alasan Pentingnya Perencanaan Strategis
1. Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan - perencanaan lainnya.
2. Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk perencanaan lainnya.


3. Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan manajer dan organisasi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategis bagi perusahaan sangat penting, karena tanpa strategi dalam mengelola perusahaan, seorang manajer seolah-olah melangkah dalam ketidakpastian. Perencanaan Strategi merupakan faktor internal yang penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Manajemen dengan segala keahliannya dituntut untuk menyusun strategi yang cocok untuk perusahaan yang dipimpinnya.



wikipedia bahasa Indonesia
http://damandiri.or.id/file/yurniwatiunpadbab1.pdf
Handoko, T.Hani. 1999. Manajemen. BPFE - Yogyakarta
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga - Jakarta

5 LANGKAH PERENCANAAN STRATEGI

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

Selamat siang, 
Kali ini saya akan memberikan artikel yang membahas lebih rinci tentang bagaimana melakukan perencanaan strategi. Dengan kata lain, bagaimana melakukan perencanaan strategi ini disebut dengan proses perencanaan strategi. Bagi kita yang aktif dalam kegiatan organisasi, tentu sudah banyak terlibat dalam proses perencanaan strategi. Apalagi organisasi itu bergerak dibidang bisnis, aktivisme, maupun organisasi social nirlaba seperti yayasan dan LSM.


Baiklah, mari kita mulai dengan proses perencanaan strategis yang pertama. Langkah pertama untuk perencanaan strategis adalah Perumusan sasaran. Langkah perumusan sasaran ini sangat penting bahkan merupakan langkah yang terpenting dalam proses perencanaan strategis. Sasaran yang dipilih akan melibatkan sebagian besar sumber daya yang dimiliki organisasi dan akan menentukan banyak kegiatan untuk jangka waktu yang panjang. Jadi, perumusan sasaran adalah tanggungjawab kunci bagi para pemimpin organisasi puncak.


Langkah kedua adalah pengenalan pada tujuan dan strategi yang ada saat ini.  Langkah kedua ini berarti sebagai pemimpin organisasi harus berusaha memberikan pengenalan atau penyesuaian tujuan dan strategi yang sudah ada. Jika sudah ada tujuan dan strategi, tinggal disesuaikan dengan langkah pertama tadi. Artinya rumusan sasaran tadi itu yang harus dikenalkan pada tujuan dan strategi organisasi.


Langkah ketiga dari proses perencanaan strategi adalah analisis lingkungan. Tujuan analisis lingkungan adalah untuk menentukan cara bagaimana perubahan dalam ekonomi, teknologi, sosial, budaya, politik, dan hukum suatu organisasi dapat secara tidak langsung mempengaruhi organisasi.
Langkah keempat proses perencanaan strategi adalah analisis sumber daya. Setelah melakukan analisis lingkungan, maka perlu dilakukan analisis sumber daya. Hal ini dilakukan untuk mengetahi seberapa besar sumber daya organisasi yang dimiliki. Sumber daya itu selain sumber daya manusia, juga sumber daya keuangan (sumber dana) juga sumber daya lainnya yang berpengaruh pada organisasi.


Langkah kelima adalah mengenali kesempatan dan ancaman strategis. Kesempatan dan ancaman dapat timbul dari banyak faktor. Bahkan lingkungan yang sama dalam organisasi merupakan ancaman bagi suatu organisasi dapat menjadi kesempatan bagi orang lain. Karena itu, mengenali kesempatan dan ancaman strategis merupakan keharusan dalam penyusunan perencanaan strategis.
Langkah keenam yaitu menetukan sejauh mana perubahan strategi dibutuhkan. Langkah ini adalah langkah untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan kondisi lingkungan atau situasi organisasi berubah saat melakukan kegiatan. Ini untuk mencegah terjadi kekacauan dalam organisasi dan dapat menjadi alternative untuk mencapai tujuan organisasi.


STRATEGI PERENCANAAN 2017b4

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com

Mohon ma'af sebelumnya atas keterlambatan materi ini,
Beberapa hal yang perlu dipelajari adalah . . . . .
1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan strategi dan apa bedanya dengan perencaan yang biasa.
2. Mengidentifikasi dan menggambarkan tiga cara perancangan strategi dan membahas cara yang efektif untuk suatu perusahaan.
3. Mengungkapkan kelebihan dan kelemahan perencanaan strategis.
4. Mengidentifikasikan tiga tingkat strategi berlangsung perbedaan di antara ketiga tingkat ini.
5. Melukiskan bagaimana perencanaan strategis berlangsung di dalam perusahaan atau organisasi yang besar.
6. Mengidentifikasikan dan menggambarkan sembilan langkah dalam pendekatan perencanaan strategis formal pada tingkat unit usaha.
7. Mengidentifikasikan hambatan-hambatan dalam membuat perencanaan strategis yang efektif dan cara-cara untuk mengatasinya.

v Pengertian strategi

Adalah pandangan  mengenai apa yang akan dilakukan oleh sebuah organisasi dan pandangan mengenai apa yang pada akhirnya dilakukan oleh sebuah organisasi, apakah tindakannya sejak semula memang sudah memang direncanakan atau tidak.
Memiliki 2 prespektif yang berbeda :
a. Prespektif pertama

Strategi adalah program yang luas untuk mendefinisikan dan meencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya.
b. Prespektif kedua

Strategi adalah pola tanggapan organisasi yang dilakukan terhadap lingkungannya sepanjang waktu. Dalam definisi ini, setiap oranisasi mempunyai suatu strategi walaupun tidak harus selalu efektif sekalipun strategi itu tidak pernah dirumuskan secara eksplisit.

v Pengertian perencanan strategi

Adalah proses yang digunakan manajemen puncak dalam menetapkan tujuan sebuah organisasi dan memilih cara dan sarana agar dapat mencapainya.

v Sasaran organisasi

Adalah arah tujuan organisasi. Kita akan menggunakan istilah “sasaran” yang mencakup maksud, misi dan tujuan organisasi.
a. Pengertian maksud (purpose)
Adalah sebuah tujuan yang didefinisikan secara luas seperti misalnya, produksi peralatan elektronik yang juga menjadi tujuan perusahaan sejenis lainnya.
b. Pengertian misi (mission)

Adalah suatu keunikan bagi suatu perusahaan yang membedakan dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
Suatu misi organisasi organisasi harus dipecah menjadi bermacam-macam tujuan yang harus dicapai perusahaan agar dapat mencapai sasarannya. Sasaran ini dapat diuaraikan sebagai penjualan, produktivitas sub unitnya atau berbagai cara lainnya. Strategi menciptakan kesatuan arah bagi perusahaan dari segi tujuannya yang berbagai macam itu dan strategi memberikan pengarahan dalam mengarahkan sumber daya untuk mendorong organisasi menuju tujuan tersebut.
c. Tujuan

Adalah sesuatu yang harus dicapai perusahaan agar dapat mencapai tujuannya.

v Ciri-ciri strategi

5 ciri strategi menurut Robert H. Hayes dan Steven C. Wheelwright :
a. Wawasan waktu (time horizon)

Kata strategi digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang meliputi cakrawala waktu yang jauh di depan yaitu waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan juga waktu yang diperlukan untuk mengamati dampaknya.
b. Dampak (impact)

Hasil akhir dengan mengikuti suatu strategi tertentu tidak langsung terlihat untuk jangka waktu yang lama, dampak akhirnya akan sangat berarti.
c. Pemusatan upaya (concentration of effort)

Sebuah strategi yang efektif biasanya mengharuskan pemusatan kegiatan, upaya, atau perhatian terhadap rentang sasaran yang sempit. Dengan memfokuskan perhatian pada kegiatan yang dipilih ini.
d. Pola keputusan (pattern of decision)

Perusahaan perlu mengambil sejumlah kecil keputusan utama untuk menerapkan strategi pilihannya, kebanyakan strategi masyarakatnya bahwa sederetan keputusan tertentu harus diambil sepanjang waktu.
e. Peresapan (pervasiveness)

Sebuah strategi mencakup suatu spektrum kegiatan yang luas dari proses alokasi sumber daya sampai dengan kegiatan operasi harian.
v Cara-cara mengembangkan strategi

Menurut Wood, perusahaannya mula-mula “selalu melakukan kesalahan” namun perencanaan yang disusun secara teliti pada akhirnya menciptakan keberhasilan”. Jika strategi
itu sudah benar, sejumlah kesalahan taktis mungkin saja dilakukan, namun perusahaan akan tetap sukses.
a. Tiga cara dalam merancang strategi
Cara enterpreneur

Seorang pemimpin yang kuat, biasanya pendiri usaha mengambil keputusan yang berani dan penuh resiko yang kurang-lebih intuitif yaitu mengandalkan pertimbangan pribadi yang dibentuk oleh pengalamannya.
Cara adaptif

Disebut juga dengan teknik yang berliku-liku. Seorang enterpreneur cenderung menggunakan strategi yang terdiri atas lompatan-lompatan besar ke depan untuk menghadapi ketidakpastian.
Cara perencanaan (planning mode)

Cara ini memberikan kerangka pedoman dan petunjuk arah yang tegas yang tidak dimiliki oleh kedua cara lainnya. Perencana tingkat puncak mengikuti suatu prosedur sistematis yang mengharuskan mereka dapat mengembangkan suatu rencana untuk bergerak ke masa depan.
v Pertimbangan dalam memilih cara-cara untuk mengembangkan strategi

Perusahaan kecil yang relatif baru dan dipimpin oleh seorang pimpinan kuat yang menyukai tindakan cepat dan berani, lebih cocok dengan cara enterpreneur. Cara adaptif mungkin merupakan satu-satunya pilihan yang ada bagi perusahaan yang telah terikat oleh investasi yang tidak dapat ditarik kembali. Dalam beberapa hal, manajer mungkin lebih suka mengikuti pendekatan perencanaan, namun terpaksa menggunakan cara adaptif karena kalah kuasa.
Inkrementual logis yang merupakan suatu sintensis cara perencanaan, cara adaptif dan dalam tingkatan yang lebih rendah, cara wiraswasta dalam pembuatan strategi. Manajemen puncak memiliki gagasan yang jelas mengenai tujuan organisasi dan secara informal mulai menggerakkan oranisasi ke arah yang diinginkan.
v Pengertian perencanaan strategi

Adalah proses pemilihan tujuan perusahaan, penentuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran tertentu dalam rangka mencapai sasaran tertentu dalam rangka mencapai tujuan, dan penetapan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis tersebut terlaksana.
a. Ciri-ciri perencanaan strategis
Perencanaan strategis menjawab pertanyaan dasar.
Perencanaan strategis memberikan kerangka kerja untuk perencanaan yang lebih terinci dan untuk keputusan harian.

Perencanaan strategis melibatkan kurun waktu yang lebih lama daripada jenis perencanaan lainnya.
Perencanaan strategis merupakan kegiatan tingkat puncak dalam arti bahwa manajemen puncak harus secara efektif terlibat.
v Perencanaan strategi VS perencanaan operasional
a. Perencanaan strategi adalah kegiatan perencanaan sebuah organisasi di mana peran manajemen puncak sangatlah penting. Perencanaan strategis memfokuskan untuk melakukan hal-hal yang benar (keefektifan).
b. Perencanaan operasional adalah perencanaan yang lebih rendah. Artinya, perencanaan ini berisi rincian bagaimana rencana strategis dilaksanakan. Perencanaan strategis memfokuskan untuk melakukan hal-hal yang benar (keefektifan).
v Pentingnya perencanaan strategis
Memberikan kerangka kerja bagi kegiatan perusahaan yang dapat meningkatkan ketanggapan dan berfungsinya perusahaan.
1. Pentingnya perencanaan strategis

Perusahaan atau organisasi sekarang mengakui pentingnya perencanaan strategis untuk perkembangan dan kesehatan jangka panjangnya. Sebagai hasilnya perusahaan berfungsi dengan lebih baik dan lebih tanggap terhadap lingkungan yang selalu berubah-ubah.
2. Keunggulan dan kelemahan perencanaan strategis
a. Keunggulan
Memberikan pedoman yang yang konsisten bagi kegiatan perusahaan
Terciptanya tujuan yan jelas
Mampu mengantisipasi masalah sebelum masalah itu muncul dan menaggulanginya sebelum menjadi lebih buruk.
Mampu melihat peluang yang mengandung resiko dan peluang yang aman.
Memberikan informasi yang lebih banyak bagi para manajer untuk mengambil keputusan yang tepat.
Dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dan kekagetan yang tidak menyenangkan.
Memiliki rentang yang lama antara keputusan manajer dan hasilnya.
Adanya kemungkinan mereka untuk mengambil keputusan yang dapat terus bertahan.
b. Kelemahan
Timbulnya bahaya membengkaknya birokrasi pada perencana yang tidak lagi mempunyai hubungan dengan produk dan pelanggan perusahaan.
Membutuhkan waktu yang lama sekali agar kita dapat lihat hasilnya dalam melakukan proses invetasi.

Perusahaan bergerak secara lamban dan tidak pasti dalam mengambil keputusan penting.
Dapat menghilangkan peluang yang ada.
Perencanaan strategis cenderung membatasi perusahaan pada pilihan yang palin rasional dan tanpa resiko.
Adanya kesulitan dalam penganalisisan dan pengkomunikasian.
c. Bukti keefektifan perencanaan strategis
1. Menurut J. Cott Armstrong berpendapat bahwa :
Ø Dapat ditarik kesimpulan yang positif jika kita melakukan perencanaan strategis yang formal.
Ø Kebanyakan perusahaan tidak menghadapi pilihan antara tidak dan adanya perencanaan strategis yang lengkap, menyeluruh dan bergerak secara rapi.
2. Menurut Stanley S. Thune dan Robert J. House mengungkapkan bahwa :
Ø Perusahaan yang memiliki prosedur perencanaan formal jangka panjang secara konsisten mengungguli perusahaan yang mempunyai prosedur perencanaan formal jangka panjang secara konsisten mengungguli perusahaan yang membatasi dirinya hanya dengan perencanaan informal.
Ø Pada dasarnya riset lebih memfokuskan pada ada tidaknya sistem perencanaan strategis yang formal.
v Proses perencanaan strategis yang formal
Pendekatan formal terhadap pengembangan perencanaan strategis dan menjelaskan bagaimana para manajer dapat melaksanakannya.
a. Tiga tingkatan strategi

Arthur A. Thomson dan A.J. Strickland menguraikan adalah sebagai berikut :
Strategi tingkat korporasi (corporate-level strategy)

Strategi korporasi dirumuskan oleh menajemen puncak untuk mengendalikan kepentingan dan perusahaan yang memilik lebih dari satu lini usaha.
“Jenis usaha apa yang sebiknya dilakukan perusahaan?”
Strategi unit bisnis (business unit strategy)

Strategi unit menyangkut pengelolaan kepentingan dan operasi unit bisnis tertentu.
“Bagaimana usaha itu akan bersaing dalam pasarnya?”
Strategi tingkat fungsional

Menciptakan kerangka kerja untuk manajemen untuk manajeman fungsi.
Contoh : Jika strategi unit bisnis mengharuskan adanya pengembangan produk baru, bagian Litbang akan membuat rencana mengenai bagaimana produk tersebut akan dikembangkan.
v Strategi tingkat korporasi
Steven C. Wheelwright mengidentifikasikan 2 pendekatan utama :
Pendekatan berdasarkan nilai (the values-based approach)

Dalam pendekatan ini, nilai para manajer dan pekerja mengenai bagaimana perusahaan harus menjalankan usahanya merupakan kunci untuk menentukan arah jangka panjang organisasi. Strategi yang didasarkan pada nilai berkembang secara bertahap dan inkremental serta memberikan pedoman umum.
Pendekatan portofolio perusahaan.

Manajemen puncak akan mengevaluasi setiap unit bisnis perusahaan dalam hal posisi pasarnya dan struktur intern perusahaan. Pendekatan portofolio perusahaan bersifat rasional dan analitis, yang dituntun terutama oleh peluang pasar, dan cenderung diprakarsai dan dikendalikan hanya oleh manajemen puncak.
v Strategi unit bisnis
a. Langakah-langkah untuk mengembangkan sebuah strategi bagi perusahaan :
1. Apakah yang kita inginkan?
2. Apakah yang pada saat ini kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan?
3. Apa yang ada “ di luar sana “ yang perlu dilakukan?
4. Apa saja yang mampu kita kerjakan?
5. Apa yang dapat dilakukan untuk hal-hal yang perlu dikerjakan?
6. Jika kita terus melakukan apa yang sekarang sedang dikerjakan apakah dengan itu kita akan sampai ke tempat tujuan?
7. Inilah yang akan kita lakukan untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
8. Lakukan itu.
9. Perisaklah sesering mungkin untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan sudah benar.
b. Penjelasan dari langkah-langkah tersebut :
1. Perumusan tujuan (goal formulation)

Menetapkan tujuan organisasi merupakan langkah yang paling hakiki dalam proses perencanaan strategis unit bisnis. Karena tujuan yang dipilih akan menggunakan banyak sekali sumber daya usaha dan akan menentukan kegiatannya, perumusan tujuan merupakan tanggung-jawab utama manajer puncak.
2. Pengidentifikasian strategi dan tujuan berjalan (current objectives and strategy)

Misi organisasi telah didefinisikan dan ditempa menjadi tujuan yang konkret, manajer akan siap untuk memulai tahapan ke dua dalam proses tersebut. Sasaran dan strategi yang ada sekarang dapat dirumuskan dengan baik dan dikomunikasikan dengan jelas.
3. Analisis lingkungan (environment analysis)

Pemahaman sasaran dan strategi perusahaan yang ada memberikan kerangka kerja untuk menentukan aspek mana dan lingkungan yang paling berpengaruh terhadap
kemampuan perusahaan mencapai sasarannya. Maksud dan analisis lingkungan kemampuan perusahaan mencapai sasarannya.
4. Analisi sumber daya

Sasaran dan strategi perusahaan yang ada sekarang juga memberikan kerangka kerja untuk menganalisis sumber dayanya. Analisis ini diperlukan untuk mengidentifikasikan keunggulan dan kelemahan perusahaan dalam bersaing. Keunggulan dan kelamahan perusahaan bila dibandingkan dengan pesaing yang ada sekarang dan yang mungkin ada di masa yang akan datang.
Hofer dan Schendel mengusulkan 4 langkah untuk menganalisis sumber daya
a. Kembangkan sebuah profil sumber daya utama dan keterampilan perusahaan dalam tiga bidang utama : keungan, fisik, organisasi, manusia dan teknologi.
b. Tentukan persyaratan keberhasilan yang utama dari segmen produk/pasar di dalam mana perusahaan bersaing atau akan bersaing.
c. Bandingkan profil sumber daya dengan persyaratan keberhasilan yang utama untuk mengetahui kekuatan utama yang dapat menjadi dasar strategi.
d. Bandingkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan kekuatan dan kelemahan pesaing utamanya untuk mengidentifikasikan keahlian dan sumber daya.
5. Pengidentifikasian peluang dan ancaman strategis

Mengidentifikasikan, menganalisis lingkungan, dan menganalisis sumber daya perusahaan. Langkah ini, menentukan peluang yang tersedia bagi perusahaan dan ancaman yang dihadapinya.
6. Penentuan sampai sejauh mana perubahan strategis dibutuhkan.

Makin lama strategi itu digunakan dan makin mantap lingkungannya, makin mudah perkiraan ini dapat dibuat. Dengan demikian para manajer dapat memutuskan apakah akan memodifikasikan strategi atau implementasinya. Keputusan ini harus dapat diidentifikasikan.
7. Pengambilan keputusan strategis
Ø 3 aspek yang berkaitan dengan alternatif strategis
a. Identifikasikan alternatif strategis

Dalam keadaan tertentu, terdapat berbagai alternatif untuk menutupi senjang prestasi. Pasar yang baru dapat dimasuki, produk utama didesain kembali untuk mempertinggi mutunya atau mengurangi biayanya, investasi baru dilakukan atau investasi lama dihentikan.
b. Evaluasi alternatif strategis

Richard P. Rumelt mengemukakan 4 kriteria untuk mengevaluasi alternatif-alternatif strategis

Strategi dan komponen-komponennya harus mempunyai tujuan, sasaran dan kebijakan yang konsisten.
Ø Strategi harus memusatkan sumber daya dan upayanya pada masalah yang kritis yang diidentifikasikan dalam proses perumusan strategi dan memisahkannya dari isu-isu yang tidak penting.
Ø Strategi harus menangani submasalah yang dapat dipecahkan dengan sumber daya dan keterampilan perusahaan.
Ø Strategi harus mampu memproduksi hasil yang diterapkan yaitu ia harus menunjukkan harapan yang bukan kosong.
c. Pemilihan alternatif strategis
Dalam memilih di antara kemungkinan yang ada, manajer harus menseleksi alternatif yang paling sesuai dengan kemampuan organisasi. Rencana strategis yang berhasil memanfaatkan kekuatan organisasi sekarang. Oleh karena itu, jarang dianjurkan untuk memulai sebuah rencana strategis yang memerlukan sumber daya atau keterampilan yang lemah atau yang tidak sama sekali dalam perusahaan.
8. Implementasi strategis

Strategi yang paling canggih dan kreatif sekalipun tidak akan memberikan manfaat kepada organisasi kecuali kalau ia laksanakan. Misalkan saja rencana strategis kita menghendaki diperkenankannya lini produk yang baru dalam waktu lima tahun. Bagian personalia mungkin harus mengembangkan program jangka pendek untuk merekrut pegawai.
9. Pengukuran dan pengendalian program

Seorang manajer harus memeriksa kemajuan terhadap rencana strategis secara berkala atau pada tahapan kritis untuk menilai apakah perusahaan bergerak ke arah sasarannya. Controller (kepala akuntan) sering memainkan peranan penting dalam merancang sistem pengendalian strategis.
v Pendekatan terhadap perencanaan strategis formal

Arthur A. Thompson dan A.J. Strickeland mengemukakan 4 pendekatan dasar :
1. Pendekatan dari bawah ke atas ( bottom-up approach).

Prakarsa untuk merumuskan strategi dilakukan oleh berbagai unit atau divisi perusahaan dan kemudian diampaikan ke atas untuk disatukan pada tingkat korporasi (kantor pusat).
2. Pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).

Prakarsa dilakukan oleh eksekutif puncak tingkat korporasi yang merumuskan strategi yang terpadu dan terkoordinasi, biasanya dengan nasihat dan para manajer tingkat yang lebih rendah.
3. Pendekatan interktif (interactive approach)
Menurut pendekatan ini, yang merupakan jalan tengah dari dua pendekatan sebelumnya. Eksekutif perusahaan dan manajer tingkat yang lebih rendah mengembangkan strategi dan cara konsultasi satu sama lain.
4. Pendekatan tingkat-ganda (dual level approach)

Strategi dirumuskan secara independen masing-masing pada tingkat korporasi dan pada tingkat unit bisnis. Pada tingkat korporasi, perencanaan strategis menanggapi persaingan dan lingkungan eksternal.
Ø Peran staf perencanaan dalam organisasi besar

Perencanaan strategis dalam organisasi yang besar sering begitu rumitnya untuk dapat ditangani oleh para manajernya tanpa bantuan staf rencananya. Di samping itu, organisasi yang besar cenderung terkibat dalam proyek jangka panjang yang membutuhkahan investasi waktu dan sumber daya yang cukup besar.
Ø Perencanaan strategis di perusahaan kecil

Th. P. Van Hoorn telah mengamati bahwa perusahaan yang kecil berbeda dengan perusahaan yang besar dalam hal-hal berikut ini :
a. Perusahaan yang kecil menghasilkan relatif sedikit produk atau jasa.
b. Sumber daya dan kemampuan secara komparatif terbatas.
c. Memiliki prosedur formal untuk memantau lingkungan, melakukan peramalan atau mengevaluasi dan mengendalikan strategi yang berjalan.
d. Kebanyakan manajemen dan personalia sifatnya dilatih memberi kerja.
e. Kedudukan manajemen dan sebagian besar sahamnya dimiliki oleh kenalan atau keluarga pendirinya.
Ø Hal-hal yang perlu digaris bawahi oleh para manajer dalam perusahaan kecil :
a. Perencanaan strategis tidak perlu mahal, rumit, kuantitatif, ataupun sangat formal.
b. Perencanaan strategis adalah suatu proses belajar (learning process).
Ø Prof. Steiner mengemukakan hambatan terbesar dalam perencanaan strategis perusahaan.
a. Pandangan para manajer puncak yang sering meragukan kemanfaatannya.
b. Kurangnya pemahaman mengenai hal-hal yang harus dilakukan oleh para manajer.
Ø Perecanaan strategis di perusahaan Nir-laba

William H. Newman dan W. Wallender III mengemukakan 6 krikitik dalam perusahaan nir-laba:
a. Pelayanan diberikan tidak berwujud dan sulit untuk diukur.
b. Pengaruh pelanggan mungkin lemah.
c. Komitmen yang kuat oleh karyawan pada profesi atau alasan tertentu dapat melemahkan kesetiaannya kepada organisasi.

d. Terdapat kendala dan bagi penggunaan imbalan dan hukuman.
e. Pemimpin karismatik dari organisasi yang bersangkutan dapat menjadi alat penting untuk menyelesaikan masalah tujuan.
Ø Mengatasi hambatan terhadap perencanaan strategis yang formal
a. Ciri-ciri khusus dari proses perencanaan strategis yang formal dapat menghambat dikembangkannya strategi yang formal.
b. Para manajer tidak dapat sepenuhnya memahami proses perencanaan strategis dan menerapkannya secara efektif.
Ø Faktor-faktor yang menghambat perusahaan dalam mengembangkan rencana strategis formal.
a. Konflik antara proses perencanaan yang formal dan gaya/style manajemen.
b. Ketidakpastian perencanaan yang formal bagi perusahaan kecil.
c. Biaya yang harus dikeluarkan untuk proses tersebut.
d. Kerawanan perencanaan yang formal terhadap kejadian yang tidak diharapkan.
Ø Hambatan terhadap implementasi yang efektif dari rencana yang formal.
a. Perencanaan yang formal tidak diterima oleh semua manajer.
b. Beberapa aspek perencanaan yang formal tidak dipahami oleh para staf perencana.
c. Para manajer pada berada tingkatan tidak dilibatkan dalam kegiatan perekonomian.
d. Tanggung-jawab utama untuk perencanaan diserahkan kepada staf.
e. Rencana jangka panjang dianggap tidak dapat diubah.
f. Telah dipilih sistem perencanaan yang rumit dan mahal.
g. Rencana yang baik diabaikan.
h. Peramalan dan penganggaran dikacaukan dalam perusahaan.
i. Informasi yang tersedia tidak memadai.

j. Manajer sangat terlibat dalam hal-hal yang kecil. 

Minggu, 25 Juni 2017

NILAI AKHIR

NILAI UAS GENAP 2017
STISIP BR
MK : SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
Mei 2017
NO
NAMA
NIM
PENILAIAN
KOMULATIF
NILAI AKHIR
P1
T3
T2
T1
Ko
TUGAS
KEHADIRAN
UAS
P1
HUAS
ANGKA
HURUF
1
SUKARNO
30120161152
0.00
3.85
3.95
3.90
11.70
3.90
4.00
1.00
4.00
3.70
0.00
3.70
11.60
3.00
3.87
A
2
RUKMAN
30120161151
0.00
3.85
3.90
3.90
11.65
3.88
3.00
1.00
3.00
3.80
0.00
3.80
10.68
3.00
3.56
B
3
DEVIS IRMAWAN
30120161139
0.00
3.65
2.10
2.10
7.85
2.62
3.00
1.00
3.00
3.40
0.00
3.40
9.02
3.00
3.01
B
4
ENDAN FERDIAN
30120161142
0.00
3.75
3.80
3.85
11.40
3.80
4.00
1.00
4.00
3.15
0.00
3.15
10.95
3.00
3.65
B
5
UJANG HERMAWAN.S
30120161153
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
6
IKA AMALIA
30120161144
0.00
3.80
2.10
3.65
9.55
3.18
3.00
1.00
3.00
3.50
0.00
3.50
9.68
3.00
3.23
B
7
IFAH
30120161143
0.00
3.65
2.10
2.50
8.25
2.75
3.00
1.00
3.00
3.70
0.00
3.70
9.45
3.00
3.15
B
8
SAMPURNAWATI
30120161098
0.00
3.90
3.65
3.80
11.35
3.78
4.00
1.00
4.00
3.50
0.00
3.50
11.28
3.00
3.76
A
9
EDI WIJAYA
30120161140
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
10
WAWAN SETIAWAN
30120161172
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
11
DONI SUDONI
30120161176
0.00
3.65
2.10
2.00
7.75
2.58
2.00
1.00
2.00
3.65
0.00
3.65
8.23
3.00
2.74
B
12
RISTI SURYANI
30120161149
0.00
3.70
3.75
3.85
11.30
3.77
3.00
1.00
3.00
3.65
0.00
3.65
10.42
3.00
3.47
B
13
MUH.AJI BAHRUDIN
30120161185
0.00
3.80
3.80
3.85
11.45
3.82
4.00
1.00
4.00
3.45
0.00
3.45
11.27
3.00
3.76
A
14
ALEX RAHMAT
30120161190
0.00
3.75
3.85
3.90
11.50
3.83
3.00
1.00
3.00
3.75
0.00
3.75
10.58
3.00
3.53
B
15
BANGKIT MAULANA
30120161191
0.00
3.75
3.85
3.90
11.50
3.83
3.00
1.00
3.00
3.75
0.00
3.75
10.58
3.00
3.53
B
16
DADI MUHTADI
13020161192
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
17
AGUS SULISTIANTO
13020161195
0.00
3.90
3.75
3.85
11.50
3.83
4.00
1.00
4.00
3.75
0.00
3.75
11.58
3.00
3.86
A
18
ESIH SUKAESIH
13020161196
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
19
SANAN
13020161197
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
1.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
3.00
0.00
D
20
SURNIAH
30120161210
0.00
3.65
2.10
2.75
8.50
2.83
4.00
1.00
4.00
3.15
0.00
3.15
9.98
3.00
3.33
B
21


















22


















23


















24


















25


















51


















KET
ANGKA
HURUF
3.76 - 4.00
A
2.76 - 3.75
B
1.76 - 2.75
C
≤ 1.75
D

Pengertian Administrasi Negara dan Hukum Administrasi Negara

kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com M o d u l   1     PENDAHULUAN ...