Badan Direksi Bank Dunia telah menyetujui pinjaman Reformasi Fiskal
Kebijakan Pembangunan (Fiscal Reform Development Policy Loan) sebesar
400 juta dolar AS atau Rp 5.482.800.000.000 untuk pemerintah Indonesia.
Pinjaman yang pertama ini untuk meningkatkan pendapatan pajak dan
memperkuat mutu belanja negara.

PARAAAAAAH....
Kedua tujuan tersebut diklaim sebagai komponen penting guna
mempercepat pertumbuhan, mengurangi kemiskinan dan memperluas
kesejahteraan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves
menjelaskan, pendanaan senilai 400 juta dolar AS mendukung upaya
pemerintah menuju reformasi kebijakan dan institusi pemerintahan guna
meningkatkan pendapatan belanja negara.
“Dibandingkan dengan negara lain di kawasan dan negara berkembang
lainnya, rasio pendapatan terhadap PDB Indonesia termasuk yang terendah
(13.1 persen pada tahun 2015) dan begitu pula dengan rasio pajak
terhadap PDB (10.8 persen). Pengumpulan pendapatan pajak di Indonesia
saat ini diperkirakan hanya setengah dari potensi pajak yang ada,” ujar
Rodrigo dalam rilis resmi Bank Dunia, Rabu (1/5).
Oleh karena itu, menurutnya, belanja publik kini kurang menopang
rencana pembangunan Indonesia. Pembelanjaan negara hanya sekitar 16.9
persen dari PDB di tahun 2014, lebih kecil dibanding rata-rata rasio
negara berpenghasilan menengah di Asia, yaitu sebesar 28 persen.
Kurangnya anggaran untuk investasi penting mengakibatkan defisit
infrastruktur yang besar yang mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi,
serta kurangnya belanja untuk layanan kesehatan dan program perlindungan
sosial yang meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. “Reformasi
fiskal memungkinkan pemerintah mengalokasikan lebih banyak dana ke
program yang membantu masyarakat miskin,” ujar Rodrigo.
Lead Economist Bank Dunia di Indonesia, Ndiame Diop mengatakan,
pemungutan pajak yang lebih banyak memerlukan usaha yang lebih intensif,
jelas dan berkesinambungan di area kebijakan pendapatan dan
administrasi.
“Hal ini tidak mudah, namun penting dilaksanakan karena berkurangnya
pendapatan akibat jatuhnya harga komoditas. Langkah reformasi yang
diambil oleh Indonesia sangat penting dan akan memperkuat ketahanan
ekonomi, serta memberi tanda kepada para investor bahwa Indonesia
terbuka bagi dunia usaha,” ujar Ndiame Diop.