kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com
Ilmu poltik Ruang Lingkup dan Konsep
PERKEMBANGAN ILMU POLITIK
Di yunani kuno
pemikiran politik ttg negara dan pemerintahan dimulai sekitar 450. SM. Seperti
tercermin dlm karya filsafat plato dan ariestoteles, mengemukakan gagasan bahwa
dengan menerapkan asas-asas penalaran thd masalah kemanusiaan. di cina dan
india juga mewariskan tulisan ttg negara dan pemerintahan spt : dharmasastra dan arthasastra,
maupun karya confucius dan mencius di cina
Di indonesia kita dapat
menemukan pemikiran mengenai negara dan pemerintahan dlm kitab Pararatan, Nagarakertagama,
dan babad tanah jawi
Ilmu politik dilihat dari kerangka yg lebih luas – sebagai pembahasan mengenai
berbagai aspek kehidupan termasuk , kepercayaan, pemerintahan,
kenegaraan/kemasyarakatan sering disebut sering disebut sbg ilmu tertua
diantara ilmu sosial lainya.
Ilmu politik dilihat sbg bagian dari ilmu sosial yg memiliki dasar ,kerangka,
pusat perhatian dan cakupan yg terinci lahir pada abad ke – 19
Perkembangan ilmu
plitik dipengaruhi oleh ilmu hukum : pusat kajian adalah
negara yg dikenal dgn tradisi yuridis formal berkemabang di jerman,austria dan
prancis. Sedangkan di inggris banyak dipengaruhi oleh filsafat moral. Inggris
dan prancis kemudian menjadi ujung tombak dlm perkembangan ilmu politik sebagai
disiplin tersendiri setelah dibentuk Ecole Libere des sciences…(1870) diprancis
dan london school of economics and….(1895) di inggris
Tradisi yuridis formal yg dipengaruhi oleh ilmu hukum juga mempengaruhi kajian
ilmu politik diindonesia
Perkembangan ilmu plitik di amerika berpijak pada : ide rasionalitas, yunani ;
ide yuridis Romawi ; ide kenegaraan jerman : ide-ide persamaan, kebebasan dan
kekuasaan yg berasal dari inggris dan prancis.
Ketidakpuasan sarjana-sarjana amerika terhadap pendekatan yuridis menyebabkan
mereka berpaling pada pengumpulan fakta-fakta empirik.kemudian didukung oleh
perkembangan ilmu-ilmu sosial spt; psikologi dan sosiologi. APSA (asosiasi ilmu
politik amerika ) didirikan th 1904 sbg wadah untuk mengumpulkan fakta empirik.
Bersamaan berdirinya
APSA dua filsuf ; wiliam james dan john dewey memberikan
sumbangan psikologi ilmu politik dan dikenal sebagai pendekatan perilaku.
Bidang kajian ilmu politik
Menurut Andrew
Heywood (1997) dlm bukunya politics ,,ilmu politik di 4 bidang kajian utama
|
|
meliputi
|
|
1.
Teori politik
|
Definisi politik, pemerintahan,
sistem dan rezim, ideologi politik, demokrasi dan negara
|
|
2.
Bangsa-bangsa dan
globalisasi
|
Bangsa dan nasionalisme, politik
subnasional dan politik global
|
|
3.
Interaksi politik
|
Ekonomi dan masyarakat, budaya
politik dan legitimasi, perwakilan, pemilu partai politik, kelompok,
kepentingan gerakan
|
|
4.
Mesin pemerintahan
|
Konstutusi, Hukum dan yudikatif,
lembaga legislatif, eksekutif, birokrasi, militer dan polisi
|
|
5.
Kebijakan dan
kinerja
|
Proses kebijakan dan kinerja sistem
|
Dalam Contemporary
political science yg diterbitkan UNESCO ; ilmu politik dibagi 4 bidang kajian
utama
|
|
meliputi
|
|
1.
Teori politik
|
Kajian undang undang dasar,
konstitusionalisme dan sejarah perkembangan pemikiran politik
|
|
2.
Lembaga politik
|
Studi undang-undang dasar,
pemerintahan nasional, fungsi sosial ekonomi dari pemerintah, perbandingan
perkembangan ilmu politik
|
|
3.
Partai, golongan
dan pendapat umum
|
Kajian atas partai politik, golongan
dan asosiasi, partisipasi warga, pendapat warga
|
|
4.
Hubungan
international
|
Studi bidang politik international,
organisasi dan administrasi international serta hukum international
|
Jika kita bandingkan
kedua rumusan ruang lingkup politik diatas dapat disimpulkan
1. Bidang pertama…teori politik merupakan bahasan sistematika
dan generalisasi-2 dari gejala politik …kajiannya bersifat spekulatif (
merenung – renung ), deskriptif/ menggambarkan, dan komparatif / membandingkan
2. Bidang kedua …lembaga – lembaga politik, mempelajari kinerja
pemerintah… bidang ini erat kaitanya dgn teori politik
3. Bidang ketiga ..lebih banyak mengunakan konsep –konsep
sosiologi dan psikologi dan sering menampilkan aspek dinamika dan sering
menonjolkan aspek dinamika politik massa.
Perkembangan lain dari politik ialah : munculnya studi tentang pemabangunan
politik (political development )…..> mengakaji dampak pembangunan sosial
ekonomi terhadap susunan masyarakat khususnya bagaimana pengaruh lembaga
politik terhadap perubahan yg terjadi dalam masyarakat
Definisi – definisi ilmu politik
Secara umum politik adalah : berbagai kegiatan dalam suatu sistem
politik/negara yg menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem dan bagaimana
melaksanakan tujuan-tujuanya.
o Heywood
….merumuskan politik scr luas sbg keseluruhan aktivitas di mana masyarakat
membuat, mempertahankan, dan membuat amandemen aturan2 umum dimana mereka hidup
Pembuat Keputusan
(decision Making )
Kebijakan umum (
public policies )
Wewenag ( authority )
Perumusan
definisi ilmu politik melibatkan beberapa aspek
1. Negara/ state
Merupakan suatu organisasi dlm suatu wilayah yg memiliki
kekuasaan tertinggi yg sah dan di taati oleh rakyatnya Roger F Soultau
; dlm bukunya introduction to politics mengatakan Bahwa ; ilmu politik
mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga yg akan melaksankan tujuan
itu.
1. Kekuasaan
Adalah : kemampuan
seseorang/ kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang/kelompok lain
sesuai keinginan pelaku
*Harold D . laswell
dan A. Kaplan : ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan
*W.A Robson : ilmu
politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat…yaitu bersifat hakiki, dasar,
proses-proses ruang lingkup dam hasil- hasil.
*Ossip K. Flectheiem
: ilmu politik adalah ilmu sosial yg mempelajarii sifat dan tujuan dari negara
sejauh negara mrp organisasi kekuasaan
1. Pengambil keputusan dan kebijakan publik
Sebagai konsep ilmu
politik, melibatkan keputusan yg diambil scr kolektif dan mengikat warga
masyarakat
* Harold D . laswell
: who gets what, when and how ( siapa mengambil keputusan dan untuk siapa
keputusan itu dibuat )
*Joice Mitchel
>>politik adalah pengambilan keputusan kolektif/pembuat kebijakan umum
untuk masyarakat seutuhnya
*Hoogerweff :
kebijakan umum ditafsirkan sebagai kebijakan untuk membangun masyarakat scr
terarah melalui pemakaian kekuasaan
*Easton : kehidupan
politik mencakup bermacam macam kegiatan yg mempengaruhi cara untuk
melaksanakan kebijakan itu
1. Kompromi dan konsensus
*Bernard Crick :
karena konflik tdk bisa dihindari maka saat kelompok-2 sosial dlm masyarakat yg
bertentangan sama-sama memiliki kekuasaan maka mereka tidak bisa dihancurkan
begitu saja tetapi dpt dipecahkan melalui kompromi. Politik dalam hal ini dianggap
sbg kekuatan penuntun menuju keberadaban yg menjauhakan masyarakat dari
pertumpahan darah
1. Pembagian/alokasi
Pembagian/distribusi
dan Alokasi yg dimaksudkan adalah : pembagian dan penjatahan nilai nilai dlm
masyarakat
Politik adalah pemabagian
dan pengalokasian nilai secara mengikat
Nilai dlm ilmu-ilmu
politik diartikan sbg sesuatu yg dianggap baik dan benar, sesuatu yg
diinginkan/ sesuatu yg memiliki harga
Kegiatan belajar 2
Konsep – Konsep Politik
Konsep adalah : unsur penelitian yang terpenting dan merupakan sesuatau yg
digunakan para peneliti untuk lebih mengert dunia sekelilingnya.
Dalam ilmu politik kita juga mengenal beberapa konsep, yang dinamakan konsep
politik. Para filsuf politik misalnya mencaribesensi dari konsep politik seperti
kebenaran, hukum/keadilan. Sedangkan para sarjana politik modern lebih
cenderung ke konsep-konsep seperti : masyarakat, negara/sistem politik,
pemerintah, legitimasi.
1. Masyarakat
Pengertian masyarakat
*Robert Mc iver : masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yg ditata.
*Harold J Laski : masyarakat adalah sekelompok mausia yang hidup bersama dan
bekerja sama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.
1. Negara
*Robert Mc, Iver
negara : asosiasi yg menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dlm
suatu wilayah, dengan berdasarkan pd sistem hukum yg diselengarakan oleh suatu
pemerintah yg untuk maksud tersebut diberikan kekuasaan untuk memaksa
*Max Weber :
masyarakat yg mempunyai monopoli untuk menggunakan kekerasan fisik scr sah
dalam suatu wilayah tertentu
*Robert H. Soltau :
negaralah yg mengatur/mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat
*Andrew Heywood : 5
ciri negara
1. memiliki kedaulatan
2. Pengakuan sbg institusi publik
3. memiliki kekuasaan yg sah
4. dominasi yg didukung oleh penggunaan kohensif
5. mrp suatu asosiasi teritorial dgn batas-batas geografis yg
scr yuridis diakui domestik/global
6. Wilayah
Merupakan batas geografis di dalam mana negara masih dapat memaksa kekuasaanya
baik mengunakan kekerasan yg sah, monopoli, maupun memberlakukan ketentuan
perundang-undangan yg berlaku
* menurut hukum international 1982 batas wilayah laut indonesia 12 mil dari
pantai dan 200 mil mrp zona ekonomi eksklusif
1. Penduduk
Merupakan seseorang/sekelompok org yg karena keberadaanya dlm wilayah tertentu,
diwajibkan mematuhi segenap ketentuan perundangan yg berlaku dlm wilayah tsb.
1. Pemerintah
Merupakan organisasi yg berwenang untuk memutuskan dan melaksanakan
keputusan-keputusan yg mengikat bagi seluruh penduduknya.
Perbedaan
konsep negara dan pemerintahan menurut Heywood:
1. Ruang lingkup negara lebih luas (extensive)
Pemerintah : bagian
dari negara yg terdiri dari semua institusi pada ruang publik
2. Negara adalah : entitas yg kontinu bahkan sering kali
permanen sedangkan pemerintah bersifat sementara karena terus menerus berganti
3. Pemerintah adalah ; pelaksana otoritas negara sbg otak
negara
4. Negara menjalankan otoritasnya yg impersonal dimana staf
birokrasi direkrut dan dilaih untuk bisa bersikap netral
5. Secara teoritis negara wemakili kepentingan masyarakat dan
pemerintah mewakili sebagian kelompok yg pada saat itu sedang berkuasa
6. Kedaulatan
Merupakan kekuasaan tertinggi untuk membuat dan melaksanakan undang2 dgn semua
cara
*Roger H
tujuan Negara : memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya
cipta sebebas mungkin
*Harold J.
: menciptakan keadaan dimana rakyat dpt mencapai keinginannya scr maksimal
Setiap negara, terlepas dari ideologi yg dianut memiliki beberapa fungsi
minimum yaitu :
1. Menyelenggarakan penertiban/law and order
2. Mengusahakan kesejahteraan rakyatnya
3. Menyelengarakan pertahanan
4. Melaksanakan keadilan
5. Kekuasaan
Secara umum kekuasaan diartikan : sbg kemampuan seseorang/sekelompok org dgn
menggunakan sumber daya tertentu untuk mempengaruhi tingkah laku
seseorang/sekelompok org sesuai dgn keinginan
Kekuasaan ,sbg kemampuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan, menurut
keith Boulding memiliki beberapa bentuk perwujudan yaitu :
1. Pengaruh/influence berupa loyalitas dan komitmen
2. Pertukaran dengan keuntungan mutual/deal atau kesepakatan
3. Kekuasaan sbg kekuasaan dlm bentuk keras berupa
paksaan/intimidasi
Sumber-sumber
daya kekuasaan politik terdiri dari :
1. Fisik dalam penguasaan senjata
2. Ekonomi
3. Normatif ; tradisi, moralitas religius, legitimasi, dan
wewenang
4. Personal ; karisma, daya tarik, dan popularitas
5. Keahlian ; informasi, pengetahuan, teknologi, dan
intelegensi
*kekuasaan Politik adalah : kemampuan untuk
mempengaruhi kebijakan umum (pemerintah), baik terbentuknya maupun
akibat-akibatnya sesuai dengan tujuan pemegang kekuasaan sendiri
*Ossip K. Flectheim
Kekuasaan sosial adalah : keseluruhan dari kemampuan hubungan2 dan
proses-proses yg menghasilakan ketaatan dari pihak lain, untuk tujuan yg telah
ditetapkan oleh pemegang kekuasaan.
Dari pengertian diatas terlihat bahwa kekuasaan politik hanya merupakan bagian
dari kekuasaan sosial.
Kekuasaan politik dibedakan menjadi 2 macam ;
1. Bagian dari kekuasaan sosial yg terwujud dlm negara :
presiden, MA, DPR
2. Bagian dari kekuasaan sosial yg ditunjukkan kepada negara ;
organisasi politik, organisasi agama, organisasi minoritas
3. Legitimasi
Terkait sangat erat
dengan penerapan kekuasaan sah/legitimate atau tidak sah/illegitimate
*Max Weber terdapat 3 model legitimasi :
1. model Tradisional
…. diberikan oleh masyarakat berdasarkan tradisi yg sudah mengakar
2. model
kharismatik….. didasarkan kualitas personal seorang pemimipin
3. legal – rasional
….didasarkan pada peraturan legal formal yg mendasari kekuasaan seorg pemimpin
*Leslie Holmes (1993) mengembangkan legitimasi menjadi 10
model
|
Teori
|
penjelasan
|
|
1.
Traditional
klasik/old traditional
|
Sama dgn model Max Weber
|
|
2.
Karismatik
3.
Tujuan
rasional/goal rational
4.
Eudemonic
|
|
|
Mendapatkan legitimasi jika penguasa
mampu memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan
|
|
|
5.
Nasionalis/official
nationalist
|
Penguasa mendapatkan legitimasi
masyarakat saat saat penguasa dapat membela kepentingan nasional
|
|
6.
Traditional
baru/new traditional
|
Penguasa baru mendapatkan legitimasi
dgn mengacu kembali dasar-dasar tradisi lama yg masih dipegang oleh
masyarakat luas
|
|
7.
Legal rasional
|
|
|
8.
Pengakuan formal
|
Pengakuan yg diberikan dunia
international
|
|
9.
Dukungan formal
10.
Keberadaan panutan
eksternal
|
|
Kegiatan Belajar 3
Sistem politik
Sistem politik menyangkut proses-proses dan kegiatan politik. Sistem politik
terdiri dari bagian-bagian yg saling bergantung satu sama
lainnya/interpendenment. Untuk itu perlu diperhatikan “:
1. Bahwa setiap perubahan dlm suatu bagian dlm sistem akan
berpengaruh terhadap keseluruhan sistem
2. Sistem itu bekerja dlm suatu lingkungan tertentu yg lebih
luas dan ada perbatasan antara masing-masing sistem
Sistem politik disebut juga sistem terbuka, sehingga terbuka pula bagi pengaruh
yg berasal dari lingkungannya
Aristoteles membuat
sistem klasifikasi politik klasik yg didasarkan pada 2 dimensi : siapa yang
mendapat manfaat dan siapa yg memerintah. Dalam konsep politik selalu akan
ditemukan ,,,proses, struktur, dan fungsi. :
*Proses : pola-pola ( Sosial dan Politik) yg dibuat manusia dlm mengatur
hubungan-2 antara satu sama yg lain.
*Struktur : mencakup lembaga formal spt ; parlemen dan informal spt ;jaringan
komunikasi
*Fungsi : membuat keputusan yg mengikat seluruh masyarakat spt kebijakan umum
dan pengalokasian nilai-nilai dlm masyarakat. Disebut juga OUTPUT sistem
politik
Variabel
penting dalam sistem politik :
|
|
pengertian
|
|
1.
Kekuasaan
|
Cara untuk mencapai hasil yg
diinginkan dlm alokasi sumber daya dlm kelompok masyarakat
|
|
2.
Kepentingan
|
Tujuan yg ingin dikejar oleh pelaku
politik
|
|
3.
Kebijakan
|
Hasil interaksi antara kekuasaan dan
kepentingan ,,,,bentuk perundang-undangan
|
|
4.
Budaya politik
|
Orientasi subjektif individu thd
sistem politik
|
1. Pendekatan – pendekatan sistem politik
*David Apter dan
Charles F andrian (1968) menguraikan 3 kelompok pendekatan pada awal 1980-an
|
1.
pendekatan normatif
|
Fokus kajian nilai yg diinginkan dlm
masyarakat, pendekatan ini mempelajari norma-norma dlm bentuk aturan, hak dan
kewajiban, menggunakan seluruh masyarakat sbg unit analisinya
|
|
2.
Pendekatan
struktural
|
Mempunyai 5 penekanan “
1.
Legal formal :
mempelajari administratif dan institusi negara kolonial sbelum perang dunia
ke 2
2.
Struktur2
international : partai politik, pegawai negri, konstitusi
3.
Kelompok baik
formal maupun informal
4.
Struktur dan fungsi
yg membentuk sistem yg saling terkait
5.
Struktur dlm bentuk
kelas menurut analisis ekonomi marxis
6.
Pendekatan perilaku
|
|
Problema yg terkait dgn proses
pembelajaran, sosialisasi, motivasi, persepsi sikap terhadap otoritas dan
pertimbangan sikap lain
|
1. Berbagai pendekatan dalam ilmu politik
2. Pendekatan legal/institusional
o
Berkembang diakhir abad 19
o Pokok
bahasan mencakup unsur-unsur legal dan institutional mis : sifat undang2,
masalah kedaulatan, kedudukan dan kekuasaan formal dan yuridis
o Fokus
kajian :
1. Pendekatan tradisional menggambarkan struktur politik formal
tanpa berusaha membandingkan
2. Tidak menaruh perhatian pada organisasi2 informal
3. Tidak hendak menguji kesesuaian antara apa yg tertulis dlm
dokumen formal dgn kenyataan praktik
4. Cenderung mempelajari evolusi institusi2 formal
5. Cenderung mengkaji negara secara individual satu persatu tdk
membandingkan dgn negara lain
Pedekatan ini juga sering dikritik karena :
1. Pendekatan terlalu normatif ( norma – norma barat sebagai
standart )
2. Analisis dalam pendekatan ini tdk membedakan antara fakta
dan norma
3. Label parokhialisme/etnosentrisme
4. Sifat nya statis
ü Pertengahan abad 1930 diamerika muncul mazhab
chicago dgn tokoh : charles meriam dan Harold laswell : mempelopori
pandangan bahwa esensi politik adalah kekuasaan, terutama kekuasaan untuk
menentukan kebijakan.
2. Pendekatan perilaku dan pasca perilaku
Merupakan reaksi
terhadap teori yg dikembang dgn menggunakan pendekatan legal/institusional.
Muncul setelah perang dunia kedua
ü Tujuanya menurut eulau : untuk
menjelaskan mengapa orang melakukan tingkah laku politik tertentu bagaimana
dampaknya terhadap proses dan sistem politik
ü Tidak
Memperlakukan lembaga formal sbg titik central
ü Tidak hanya
mengamati perilaku perorangan tetapi juga organisasi
ü Cenderung
bersifat kuatitatif, interdisipliner membandingkan beberapa negara
ü Mempelajari
faktor pribadi, budaya, sosiologi dan psikologi
Pendekatan ini dapat diidentifikasikan sbb:
o Menampilkan keteraturan/regularitas
o
Menbedakan scr jelas antara norma dan fakta
o
Analisisnya bebas nilai tdk boleh dipengaruhi nilai-nilai pribadi
o
Penelitianya bersifat sistematis dan cenderung dan cenderung theory building
o Harus
bersifat murni ,kajian terapan yaitu : mencari penyelesaian masalah dan
penyusunan rencana perbaikan
Kritik
terhadap pendekatan ini :
o
Permasalahan diskriminasi ras, perlombaan persenjataan dan keterlibatan amerika
terhadap perang vietnam
o Tokoh tokoh pasca perilaku yang
dipengaruhi tokoh – tokoh marxis : hebert marcuse, dan jean paul sartre
3. Pendekatan Neo marxis
Kelompok neo marxis
sangat kritis terhadap komunisme maupun sejumplah aspek dlm masyarakat
kapitalis.
o
Dikembangkan dlm kerangka holistik : keseluruhan gejala sosial mrp suatu
kesatuan yg tdk terpisahkan satu dgn yg lain.
o Fokus
analisis : kekuasaan serta konflik yg terjadi dalam negara
Kelompok
neo marxis :
o Frankfurter schule yg berkembang di
prancis berdiri :
Mengutamakan analisis
interdisipliner diantara bidang2 ilmu , sosiologi, filsafat, ekonomi dan
sejarah TOKOH : jean P santre, Louis althuser, ralph milliband, steven lukacs,
nicolas poulaantazs dan JJ Oconnor
o Mazhab frankruft didirikan di jerman
1923 ;
Marx horkheimer ( 1895 – 1973 ), Theodor adorno ( 1903 –
1969 ), herbert marcuse ( 1898-1979 ) dan jurgen habemas
Kritik terhadap pandangan kelompok ini :
o Lebih
cenderung mengecam sarjana BORJUIS bukan membentuk teori baru
o Kurang
melakukan penelitian empirik yg tdk nampak
o Neo
marxis kontemporer mrp ciptaan teoritis sosial yg berasal dari kampus
4. Pendekatan pilihan rasional
Pendekatan ini
dikenal sbg pilihan rasional
o Ekonomi
politik mrp bentuk perkembangan variasi analisis rational choice, public choice
dan colective choice
o
Pandangan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara politik dan ekonomi
o
Optimalisasi kepentingan dan efisiensi mrp inti dari teori rational choice
Kritik terhadap
pandangan ini :
o Manusia
tidaklah selalu rasional dan sering tdk mempunyai skala preferensi
o
Pemikiran ttg sifat individualistik dan materialistik manusia terlalu
berlebihan
Ada dua reaksi
atas munculnya pendekatan ini :
1. Munculnya perhatian pada persoalan keadilan, persamaan hak
dan moralitas ( John Rawls )
2. Meningkatnya perhatian pada dan keinginan negara untuk
meningkatkan peran negara di masa modern.
3. Pendekatan institusional baru
o Muncul
sbg reaksi terhadap pendekatan sebelumnya
o
Perhatian utama adalah pada negara dan institusi-institusinya.
o Pendekatan
ini menolak pandangan yg melihat negara sbg aktor politik pilihan mereka
o Bagi
pendekatan ini negara sebagai instirusi merupakan aktor tersendiri yg
independen dari dan tdk merepresentasikan kelas/kelompok yg berada dlm
masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar