kunjungi juga www.fatullah.blogspot.com
Selamat Siang, Berikut Reverensi Jawaban dari UAS :
Selamat Siang, Berikut Reverensi Jawaban dari UAS :
JAWABAN ILMU POLITIK
1.
a.
Kekuasaan – sumber kekuasaan – pengaruh – pembuat dan pelaksanan kebijakan
b. Kewenangan – kekuasaan berdasarkan legitimasi
c. Konflik dan konsensus
d. Pengambilan keputusan dan cara mendistribusikan kekuasaan
b. Kewenangan – kekuasaan berdasarkan legitimasi
c. Konflik dan konsensus
d. Pengambilan keputusan dan cara mendistribusikan kekuasaan
2.
Partisipasi politik adalah perilaku luar
individu warga negara yang bisa diamati dan bukan merupakan perilaku dalam yang
berupa sikap atau orientasi. Bentuk partisipasi politik dibedakan menjadi
kegiatan politik konvensional (normal dalam demokrasi modern) dan non-konvensional
(legal maupun ilegal, penuh kekerasan dan revolusioner).
Dalam partisipasi politik, berarti dimungkinkan terdapat hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. Untuk membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan proses, partisipasi dan kontribusi (interaksi timbal balik). Dan peningkatan partisipasi politik, baik secara kualitas maupun kuantitas merupakan kunci demokrasi.
Dalam partisipasi politik, berarti dimungkinkan terdapat hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. Untuk membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan proses, partisipasi dan kontribusi (interaksi timbal balik). Dan peningkatan partisipasi politik, baik secara kualitas maupun kuantitas merupakan kunci demokrasi.
3.
Strategi pertama adalah membangun persepsi
bahwa sang politikus adalah pemilih. 'Jokowi adalah kita', 'Teman Ahok', dan
'Kita Ahok' adalah tiga contoh bagaimana politisi berusaha membangun asosiasi
dirinya dengan pemilih. Strategi ini berbeda dari apa yang dilakukan SBY,
presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat, yang memelopori
penggunaan media sosial sebagai media untuk komunikasi politik massa. Alih-alih
mengembangkan hubungan dengan pemilih, SBY justru menggunakan media sosial
untuk menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian. Strategi kedua adalah
membangun identitas sosial dan hubungan antara pemilih, simpatisan dan
pendukung. Dalam kampanye Jokowi dan Ahok, anjuran mengenakan kemeja
kotak-kotak dan menempatkan nomor urut mereka sebagai bingkai pada gambar
profil media sosial adalah dua contoh dari strategi ini. Strategi ini tidak
hanya berhasil mendorong pemilih untuk mengungkapkan preferensi politik mereka
secara terbuka, perilaku yang jarang terjadi sebelumnya, tetapi juga mendorong
pemilih untuk berbagi antusiasme dan membangun hubungan sosial di antara mereka
yang akan memilih politisi yang sama. Strategi ketiga adalah membangun persepsi
bahwa 'kebaikan' sedang melawan 'kejahatan'. Politisi ingin menciptakan
persepsi bahwa mereka adalah orang baik sementara lawan dan pengkritik mereka
adalah orang jahat. Salah satu contoh dari taktik ini adalah menyebarkan meme
yang berisi foto orang-orang yang kritis terhadap politisi, yang disandingkan
dengan foto para terpidana kasus korupsi dan terorisme. Contoh lain adalah
membangun persepsi bahwa orang-orang yang berbeda atau tidak setuju dengan
politisi adalah orang-orang yang menolak demokrasi dan kebhinnekaan. Strategi
terakhir adalah membangun persepsi bahwa politisi bertindak atas nama Tuhan,
agama, etnis minoritas, atau kelompok tertindas.
4.
1. Demokrasi Liberal
Di indonesia demokrasi liberal berlangsung sejak
3 november 1945, yaitu sejak sistem multi-partai berlaku melalui maklumat
pemerintah. Sistem multi-partai ini lebih menempakkan sifat instabilitas
politik setelah berlaku sistem parlementer dalam naungan UUD 1945 periode
pertama.
Demokrasi liberal dikenal pula sebagai
demokrasi parlementer, oleh karena berlangsung dalam sistem pemerintahan
parlementer ketika berlakunya UUD 1945 periode pertama, konstitusi RIS, dan
UUDS 1950. Dengan demikian demokrasi liberal secara formal berakhir pada
tanggal 5 juli 1959, sedang secara material berakhir pada saat gagasan
demokrasi terpimpin dilaksanakan, dengan demikian sistem politik di indonesia
adalah sistem politikyang berlaku atau sebagaimana adanya di indonesia, baik
seluruh proses yang utuh maupun hanya sebagian saja. Melalui pidato presiden
didepan konstituante tanggal 10 november 1956 atau pada saat konsepsi presiden
tanggal 21 februari 1957 dengan dibentuknya dewan nasional.
Dalam periode demokrasi liberal ini ada
beberapa hal yang secara pasti dapat dikatakan telah melekat dan mewarnai
prosesnya, diantaranya :
2. Demokrasi Terpimpin
Dalam periode demokrasi terpimpin ini,
pemikiran ala demokrasi barat banyak ditinggalkan. Tokoh politik (Soekarno)
yang memegang pimpinan nasional ketika itu menyatakan bahwa demokrasi liberal (demokrasi
parlementer) tidak sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia. Prosedur
pemungutan suara dalam lembaga perwakilan rakyat dinyatakan pula sebagai tidak
efektif dan ia kemudian memperkenalkan apa yang disebut musyawarah untuk
mufakat.
Sistem multipartai oleh tokoh politik
tersebut dinyatakan sebagai salah satu penyebab inefektivitas pengambilan
keputusan, karena masyarakat lebih didorong kearah bentuk yang fragmentaris.
Untuk merealisasikan demokrasi terpimpin ini, kemudian dibentik badan yang
disebut front nasional pada periode ini dan disebut pula periode pelaksanaan
UUD 1945 dalam keadaan ektra-or-diner, disebut demikian karena terjadi
penyimpangan UUD 1945.
3.Demokrasi Pancasila
Penelahan terhadap Demokrasi-Pancasila tentu
tidak dapat bersifat final, karena masih terus berjalan dan berproses. Herbert
Feith pernah menulis artikel yang berjudul Suharto’s Search For a Political
Formal pada tahun 1968, yaitu pada awal demokrasi-pancasila ini diperkenalkan
dan mulai dikembangkan, oleh karena itu yang dikemukakan disini semata-mata
hanya dalam usaha mencari format demokrasi pancasila tersebut.
Praktek-praktek mekanisme demokrasi pancasila
masih mungkin berkembang dan berubah, atau mungkin belum merupakan bentuk hasil
proses yang optimal, sebagai prestasi sistem politik indonesia. Disana sini
pula akan terjadi penyesuaian sejalan dengan perubahan situasi dan kondisi yang
mengitarinya. Namun batu pertama telah dletakkan oleh demokrasi pancasila ini
dapat diukur dari uraian sementara seperti dibawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar